Prabowo dan Megawati saat pertemuan perdana usai Pilpres. foto: istimewa

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto disambut hangat saat menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu malam (13/10/2019).

Prabowo beserta jajaran pengurus DPP Gerindra tiba sekitar pukul 18.40 WIB. Mereka dijamu Surya Paloh beserta jajaran pengurus DPP Nasdem dalam sebuah ruangan dengan dua meja bundar.

Prabowo sendiri mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Surya Paloh atas undangan silaturahmi kebangsaan itu. Prabowo menyebut Surya Paloh adalah sahabat lamanya dari kecil.

Dia juga menghormati kehadiran seniornya Ketua Dewan Pembina NasDem Siswono Yudo Husodo dalam pertemuan itu. “Kami ini hubungan sudah lama, bersahabat. Kadang-kadang juga berbeda. Kadang-kadang berseberangan. Tetapi dalam suasana cinta tanah air, kita satu,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan Gerindra dan NasDem sama-sama mencintai bangsa Indonesia. Dia mengaku dalam pertemuan itu menemukan titik persamaan yang baik.

“Kita tidak ingin Indonesia rusak, kita tidak ingin negara kita terpecah belah, dan kita sepakat menjaga keutuhan dan kesatuan nasional. Dan kita sepakat untuk menempatkan kepentingan nasional di atas segala kepentingan,” kata Prabowo.

Sementara Surya Paloh menyampaikan bahwa dirinya dan Prabowo menghendaki Indonesia maju. Surya Paloh mengatakan persahabatannya dengan Prabowo menjadi modal besar untuk membangun kehidupan kebangsaan.

“Jadi betapa saya harus bersyukur dan terima kasih, mas Prabowo datang ke rumah sebagai sahabat, ketua umum Gerindra, jadi pasti banyak bercandanya. Itu pasti,” kata Paloh.

Berdasarkan foto yang diterima wartawan dari Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo, tampak Prabowo mengenakan kemeja putih lengan panjang, sementara Surya Paloh mengenakan kemeja hitam lengan panjang.

Tampak hadir di ruangan itu sekjen dari kedua partai, yakni Ahmad Muzani dari Gerindra dan Johnny G Plate dari Nasdem. Di sana tampak juga Ketua Dewan Pembina Partai Nasdem Siswono Yudo Husodo.

Sekjen Nasdem Johnny G Plate sebelumnya tidak menampik akan ada pembicaraan soal politik dalam pertemuan kedua tokoh tersebut. Hingga saat ini pertermuan masih berlangsung. “Pasti ada penyamaan persepsi terkait agenda politik ke depan,” ucap Plate

Pertemuan itu menghasilkan tiga kesepakatan. Kesepakatan itu dibacakan Sekjen NasDem Johnny G Plate di hadapan Surya Paloh dan Prabowo serta wartawan, seusai pertemuan.

Berikut tiga kesepakatan tersebut:

  1. Pertama, pemimpin partai politik sepakat untuk memperbaiki citra parpol dengan meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan lain. Dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan serta menjaga keutuhan bangsa.
  2. Kedua, pemimpin parpol sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasar paham apapun yang dapat merongrong ideologi Pancasila dan konsensus dasar kebangsaan.
  3. Ketiga, pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh, yang menyangkut kebutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Pertemuan ini pun tak ada hubungan dan tak bisa dikaitkan dengan viralnya video secara berantai di media sosial (medsos) dengan menjadikan momen kocak Megawati seolah ogah menyalami Surya Paloh dan AHY (Agus Harimuti Yudhoyono) saat pelantikan anggota DPR RI di gedung Senayan, Jakarta Selatan, 1 Oktober 2019.

Seperti diketahui, para netizen di jagat medsos ramai membicarakan momen saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak mau bersamalaman dengan politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga anak kanduang Ketua umum DPP Partai Demokrat Bambang Susilo Yudhoyono (SBY) dan Ketum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh.

Momen pelantikan anggota DPR RI  pada hari Selasa (01/10/2019) kemarin ternyata menyimpan cerita menarik saat Megawati tak mau bersalaman dengan Surya Paloh dan AHY. Kejadian ini menjadi viral di media sosial.

Insiden tersebut awalnya diupload di akun Youtube Kompas TV, Selasa (02/10/2019), tetapi karena durasinya yang cukup panjang, tidak ada orang yang menyadari insiden tersebut.

Namun ternyata ada seorang netizen yang cukup jeli melihat adegan menarik itu. Dia pun memotong video dari Kompas TV dan membagikannya di Twitter. Alhasil, video yang dibagikan oleh akun @polosmanis2 itu menjadi viral dan menjadi topik bahasan para netizen yang “julid”.

Dalam video tersebut terlihat jika Megawati sedang menghampiri para pejabat politik dengan kebaya merah dan selendang putih. Tetapi yang menjadi perhatian adalah saat Megawati menolak bersalaman dengan AHY dan juga Surya Paloh.

Video tersebut mendapatkan 1,6 ribu retweet, 2,4 ribu like dan 2,1 ribu komentar. Para netizen pun memberikan komentar-komentar lucu soal video tersebut. “Megawati tidak mau salaman dengan @suryapaloh18, tolong @Metro_TV di cari kenapa Mega benci SP….? @RstyCayah @mas_piyuu,” cuit seorang netizen dengan akun @polosmanis2.

Sikap tidak acuh yang dilakukan Megawati kepada Surya Paloh untuk kedua kalinya menunjukkan bahwa Mega ingin Nasdem keluar dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pro Demokrasi (ProDem), Satyo Purwanto mengatakan, sikap Megawati saat acara pelantikan pimpinan DPR RI periode 2019-2024 Selasa (1/10) kemarin menunjukkan, adanya sesuatu yang dilakukan Surya Paloh, sehingga membuat Megawati marah dan ingin menendang Partai Nasdem keluar dari koalisi.

“Bisa jadi gitu loh (ngusir Nasdem). Karena ya mungkin pasti ada sesuatu ya, kalau menurut saya kemungkinan itu ada sesuatu yang dibicarakan Surya Paloh di depan di belakang beda ke Mega,” ucap Satyo Purwanto, Kamis (3/10).

Tak hanya itu, kata Satyo, manuver yang dilakukan Surya Paloh beberapa waktu lalu juga bisa menjadi alasan ketidaksukaan Mega terhadap Ketum Partai Nasdem tersebut.

Manuver yang dilakukan Surya Paloh ialah melakukan pertemuan dengan tiga ketum parpol yang tergabung di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Kantor DPP Partai Nasdem di Gondangdia, Jakarta Pusat.

Serta melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai menyaingi pertemuan Megawati dan Prabowo di Teuku Umar.

“Kedua mungkin secara tidak langsung manuver yang dilakukan Surya Paloh itu bagian dari bargain kepada Mega. Nah Mega menafsirkan seperti itu bisa jadi. Sehingga ini membuat mereka renggang sekarang,” katanya.

Diketahui, sikap cuek Mega terhadap Surya Paloh juga pernah dilakukan pada acara Kongres V PDI-P di Bali pada Kamis (8/8) lalu. Pada saat itu, tidak biasanya Megawati seperti sengaja tidak menyapa Surya Paloh saat sedang berpidato.

Sekjen NasDem Johnny G Plate berdalih soal hubungan para ketum KIK masih terjalin hangat dan solid. Lebih Johnny tak ingin membahas soal itu. Dia mengatakan tak bisa menilai gestur dari seseorang.

“Gesture dan bentuk sejenis lainnya adalah hal privat dan karenanya menjadi bagian dari sikap pribadi,” ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2019)

Johnny enggan memikirkan momen yang akhirnya menjadi viral itu. Ia mengatakan NasDem memilih fokus pada agenda besar negara yang perlu diselesaikan dalam kekerabatan politik nasional.

“NasDem fokus dalam ikut bersama sama menyelesaikan persoalan bangsa sejalan dengan gerakan perubahan restorasi Indonesia gagasan asli Surya Paloh ketua umum Partai NasDem,” sebutnya.

Bahkan ia pun memasukan ajaran Bung Karno pada kepribadian partainya. “NasDem secara konsisten menerjemahkan ajaran Tri Sakti Bung Karno di antaranya berkepribadian di bidang kebudayaan, meneruskan reputasi bangsa sebagai bangsa yang ramah,” pungkasnya. (net/lin)

 

sumber: telset.ic./indopos.co.id/pojoksatu.id/akurat.co

LEAVE A REPLY