Prabowo dan Titiek Soeharto saat kampanye Pilpres 2014. foto: internet

Calon Presiden Prabowo Subianto menilai kasus pengeroyokan yang dialami oleh aktivis yang juga salah satu tim suksesnya, Ratna Sarumpaet adalah seorang pengecut. Mantan Danjen Kopassus ini pun menegaskan, kekerasan itu di luar kepatutan dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Menurut saya ini tindakan pengecut. Kok dilakukan terhadap ibu-ibu, usia sudah 70 tahun, seorang perempuan yang berjuang untuk orang miskin, keadilan, demokrasi. Ini adalah ancaman serius terhadap demokrasi, dan ini ironi sangat ironi, saya beri hari ini adalah hari kekerasan internasional tapi saya arus sampaikan ini ke publik,” kata Prabowo saat jumpa pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10) malam.

Kejadian yang dialami Ratna, nilai Prabowo, mengingatkan banyaknya tindakan kekerasan yang dialami sejumlah orang yang pelakunya belum terungkap. “Dan ini bukan yang pertama. Ada kasus Novel (penyidik KPK) disirima air keras matanya rusak perlu berbulan-bulan dan biaya besar untuk beliau selamatkan penglihatnnya, serta ibu Neno Warisman yang mobilnya dibakar serta mengalami persekusi di sejumlah wilayah di Tanah Air,” tandas Prabowo yang ditemani politisi PAN Amien Rais dan juru bicara tim sukses Prabowo- Sandi, Dahnil Simanjuntak.

Wakil Ketua Tim BPN Prabowo-Sandi Nanik S Deyang mengatakan, salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianiaya orang tidak dikenal hingga babak belur. Namun kondisnya mulai membaik. Bahkan, Ratna melaporkan kejadian naas yang menimpanya tersebut ke Prabowo. “Sore ini setelah agak pulih ia melaporkan ke Pak Prabowo kejadian yg menimpanya. Pak Prabowo didampingi Pak Amien Rais, dan Fadlizon,” kata Nanik, Selasa (2/10).

Ratna dihajar tiga orang, kutip Nanik, 21 September yang lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat. Malam itu seusai acara konfrensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel, Ratna naik taksi denngan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” ungkapnya.

Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya. “Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi.

Dengan sisa-sisa tenaga, imbuk Nanik, Ratna mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi serta menelepon temannya seorang dokter bedah dan langsung ditangani. “Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari,” ujarnya.

“Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadlizon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo,” pungkasnya. (lin)

LEAVE A REPLY