Dirut IPC Elvyn G Masassya (dua dari kiri)

PT Pelabuhan Indoesia II (IPC) mencanangkan pembangunan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak, yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pembangunan terminal ini merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai yang menyebabkan kapal besar sulit bersandar.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya mengatakan, terminal tersebut nantinya akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern sehingga sejalan dengan visi IPC untuk menjadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia yang Unggul dalam Operasional dan Pelayanan. Pembangunan tahap I Terminal Kijing ditargetkan akan selesai dan bisa mulai beroperasi pada 2019.

“Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan. Keberadaan terminal ini akan memperkuat konektivitas antarpulau, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia,” jelas Elvyn G Masassya dalam keterangannya, Kamis (12/4).

Dengan adanya Terminal Kijing, kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat. (lin)

LEAVE A REPLY