ilustrasi pindah terminal Citilink. foto: dok humas

Maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia akan mengoperasikan seluruh penerbangan rute internasionalnya dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau dikenal terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, mulai Selasa (14/5).

Pelaksana harian (Plh) Vice Presiden Corporate Secretary and CSR Citilink Ageng W Leksono berharap, dengan pengoperasian penerbangan internasional Citilink di LCCT dapat membantu program peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan beragam kemudahan pilihan penerbangan.

“Langkah perpindahan ini merupakan upaya Citilink mendukung program pemerintah untuk mengintegrasikan penerbangan internasional maskapai berbiaya hemat ke dalam satu terminal yang disebut dengan LCCT,” ujar Ageng di Jakarta Jumat (10/5), seperti rilis Humas Citilink.

Selain itu, lanjut Ageng,Terminal LCCT 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki desain yang sesuai dengan kebutuhan penumpang maskapai berbiaya hemat (LCC), mengusung konsep digitalisasi berupa fasilitas self check in dan self bagage drop yang selaras dengan visi Citilink sebagai digital airline.

Tidak ada perubahan Jadwal penerbangan Internasional Citilink dengan adanya perpindahan terminal ini. Terhitung hingga saat ini, anak usaha maskapai Garuda Indonesia ini memiliki dua rute penerbangan internasional dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yaitu Jakarta – Penang, Malaysia dan Jakarta – Kuala Lumpur, Malaysia.

Selama masa sosialisasi, bagi penumpang yang telah membeli tiket penerbangan internasional maskapai pelat merah ini akan mendapatkan pemberitahuan secara resmi melalui pesan singkat (SMS) atau dapat menghubungi call center Citilink di 08041080808.

“Perpindahan ini diharapkan ke depannya akan lebih menarik masyarakat untuk menggunakan jasa penerbangan Citilink, terlebih lagi dengan kemudahan pelayanan yang diberikan di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” pungkasnya. (lin)

 

LEAVE A REPLY