Menjadi pegolf Malaysia pertama yang menyabet trofi bergengsi adalah satu kehormatan yang dicapai Green dengan kebanggaan. Karena itu, pegolf berusia 23 tahun termotivasi untuk menampilkan performa sebagai pegolf nomor satu Asia di Royale Jakarta Golf Club.

Pegolf yang memenangi Asian Tour Order of Merit Gavin Green (Malaysia) tidak sabar untuk segera menunjukkan bukti sebagai pemain terbaik Asia di ajang Indonesian Masters presented by Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Telkom Indonesia yang dimulai, Kamis (13/12).

Pegolf Malaysia memimpin kukuh dalam daftar pendapatan dan akan menerima trofi Order of Merit Asian Tour bergengsi secara resmi dalam Malam Penghargaan yang akan digelar usai putaran akhir turnamen. Menjadi pegolf Malaysia pertama yang menyabet trofi bergengsi adalah satu kehormatan yang dicapai Green dengan kebanggaan. Karena itu, pegolf berusia 23 tahun termotivasi untuk menampilkan performa sebagai pegolf nomor satu Asia di Royale Jakarta Golf Club.

“Ini tidak menggangu oleh saya (memenangi Order of Merit) karena banyak banyak pemain yang mengejar saya ketika mereka berada di Tour untuk beberapa lama. Saya harus mengimbangi mereka dan saya memiliki pengharapan tinggi dan ini pertarungan yang berat,” ujar Green di Jakarta, Rabu (13/12).

“Saya ingin menutup akhir tahun dengan mengesankan khususnya dengan akhir yang baik di Indonesian Masters dan saya ingin menampilkan permainan terbaik. Saya sedang bersemangat. Tampaknya pukulan panjang dan akurasi adalah kombinasi yang bagus untuk bermain baik di lapangan ini. Menjaga bola untuk berada di fairway adalah kuncinya sejak green-green-nya masih bisa diterima,” Green berharap.

Pegolf Nomor 6 Dunia Justin Rose, yang akan bermain dengan Green dalam dua putaran pertama, akan melakukan debutnya di Indonesian Masters. Pegolf Inggris berusia 37 tahun ini sudah menikmati musim 2017 yang gemilang yang dihiasi dengan dua kemenangan berturut-turut di Tiongkokdan Turki. Meski ingin menutup akhir tahun dengan sebuah gelar lain di Jakarta, Rose tetap mewaspadai kekuatan dan kedalaman para pegolf Asian Tour, yang bisa menghalangi ambisinya menjadi juara pekan ini.

“Ini merupakan tahun yang luar biasa. Saya meraih dua kemenangan yang hebat, dan menikmati tahun yang bagus yang memang membutuhkan kemenangan. Dua kemenangan tersebut membuat tahun yang sangat baik. Tujuan saya adalah menang tiga kali tahun ini dengan kemenangan minggu ini,” ujar Ros yang terakhir kali saya menang tiga kali dalam setahun adalah pada tahun 2002.

Sedangkan Brandt Snedeker, juara delapan kali PGA Tour, juga menyadari tantangan kuat yang akan dihadapinya ketika ia berambisi untuk mengakhiri masa tanpa gelarnya musim ini akibat cedera dengan hasil yang mengesankan di turnamen prestius yang menjadi penutup kalender Asian Tour musim ini.

Pegolf nomor satu Indonesia George Gandranata akan menjadi andalan tuan rumah yang diwakili 26 pegolf lokal. George mengatakan kondisi kali ini sedikit berbeda tahun ini. Dikatakannya, curah hujan sangat banyak dan kondisi lapangan ini lebih basah dari biasanya.

“Rough-nya tidak setebal tahun lalu dan kondisi green masih bisa diterima. Saya pikir akan banyak skor rendah pekan. Ini (olahraga) golf bukan tinju. Saya akan fokus pada strategi saya seperti saya memahami kekuatan dan kelemahan saya. Ini selalu tentang keputusan dan tidak begitu banyak mempermasalahkan dengan siapa Anda bermain. Jadi saya akan bermain sebaik-baiknya, lebih agresif ketika say perlukan dan tetap konservatif ketika saya membutuhkannya,” ujar George. (bsc/snc/lin)

LEAVE A REPLY