Walau bisa jadi tidak ada hubungan langsung, tapi fakta akun twitter Said Didu yang diretas setelah debat calon presiden (capres) ke-5 atau terakhir Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta berakhir, bisa ada kaitannya.

Said Didu mengaku terakhir  log in di akun twitter pribadinya @saididu persis sebelum debat ke-5 pilpres 2019 berlangsung. Said Didu mengaku selama debat pilpres berlangsung, sinyal telekomunikasi di dalam ruangan memang di-jammed atau di acak.

Tiba-tiba terbaca postingan mantan Sekretaris BUMN Said Didu dengan cuit hal yang menyudutkan Ustadz Abdul Somad(UAS). Maka Said Didu memastikan kicauan itu bukan dari dirinya dan mengaku akun twitternya diretas.

Dilihat Minggu (14/4/2019), akun twitter @saididu mulai mencuit tentang UAS, Sabtu (13/4/2019) pukul 23.30 WIB. Saat dimintai konfirmasi, Said Didu mengaku tidak bisa lagi mengakses akun twitternya.

Dia mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta. “Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh sudah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya sudah nggak bisa cek,” kata Said Didu.

Said Didu mengaku heran mengapa akun twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini. “Sekarang saya yang kena, jadi ada apa di negara ini? Permainan kasar sekali gitu,” ujarnya.

Saat ini, kata dia tengah mengupayakan akun twitternya kembali. Namun, Said Didu mengatakan tidak berencana melaporkan kejadian ini ke polisi. “Nah, orang bilang kalau melapor ke pihak berwajib selalu hasilnya nggak ada, jadi percuma lapor ke sana. Kita lapor ke Twitter saja,” kata Said Didu.

Seperti diketahui, pasca pertemuan Prabowo dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang viral dari tayangan di TVOne muncul fitnah lewat akun twitter Said Didu. Akhirnya UAS pun buka suara.

Ini muncul di akun twitter anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yakni @saiddidu yang diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dalam unggahan akun @saiddidu yang diretas itu, ada enam cuitan yang memfitnah Ustadz Abdul Somad.

“Rumah UAS di JL. Kamboja Ds. Rimbo Panjang Km.20 Kec. Tambang, Kab. Kampar hasil pemberian dari PRABOWO untuk mendukung paslon PAS.Pantaskah Ulama seperti ini ? Mulut Seorang Ilama harusnya konsisten tidak berubah hanya demi HARTA Duniawi. #UASDibayarPrabowo,” tulis akun Twitter @saiddidu yang diretas itu.

Menanggapi cuitan pembajak akun twitter @saiddidu, UAS mengunggah beberapa foto tentang perbedaan pilihan dan fitnah. Pada foto pertama, foto hitam putih Ustaz Abdul Somad sedang berdakwah dibubuhi caption dengan harapan tetap menjaga NKRI

“Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI, dengan kelapangan hati,” ujarnya.

Di foto kedua, tampak foto hitam putih Ustaz Abdul Somad saat sedang berpelukan dengan Prabowo. Dalam foto itu, Ustaz Abdul Somad mengungkapkan, di Pilpres 2019 ini memperlihatkan mana teman sejatinya. “Pilpres tetap ada lima tahun sekali dari dulu hingga kini. Pilpres 2019 bagi UAS? Memperlihatkan mana teman sejati, mana kawan berbaju kawan selama ini,”

Dan pada foto terakhir ada tagar atau hastag #SAVE_UAS. “Air selalu mengalir, dia tidak bisa ditahan. Ketika dia ditahan, maka dia akan menjadi sebuah perlawanan yang besar. Fitnah yang muncul pascapertemuan dengan Prabowo, sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya”.

Melalui unggahannya, Ustadz Abdul Somad berserah diri kepada Allah. “Apa yang terjadi pada saya, kuserahkan semua pada Engkau ya Allah, yang penting sudah ku sampaikan,” tulisnya pada keterangan yang diunggah pada Minggu (14/4/2019).

 

Sumber: celebestopnews.com

LEAVE A REPLY