Davin Jancin dan Rachel S. Wang saat menunjukkan karya mereka dalam bentuk komik dan buku cerita. Foto: internet

Dua orang English Language Fellows (ELF) bernama Devin Jancin dan Rachel S. Wang dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan metode pembelajaran multibahasa yang ditampilkan dalam bentuk komik dan buku cerita.

semarak.co -Rachel S. Wang mengatakan, jadi kita membuat proyek dengan melampirkan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah.  Dengan menampilkan tiga bahasa ini sekaligus, nilai Rachel, menunjukkan adanya keberagaman budaya dan melestarikan bahasa lokal.

“Sebelumnya saya membuat proyek berupa buku cerita yang di dalamnya ada gambar disertai cerita dengan tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris dan Manado, untuk proyek menggunakan Bahasa Bali ini pertama kali saya lakukan,” kata Rachel di SMAN 7 Denpasar, Kamis (6/2/2020).

Pihaknya berharap para pengajar di Bali juga bisa menampilkan kreativitas yang sama yaitu membuat sebuah media pembelajaran dengan tiga bahasa berbeda. Menurutnya, hal ini dapat menarik perhatian dari para siswa agar bisa lebih suka membaca.

Dosen di Universitas Negeri Manado ini mengatakan, mengajarkan kemampuan untuk bahasa dan menulis secara kreatif salah satunya melalui komik tiga bahasa. Cara ini dilakukan agar para pembaca menganggap bahwa membaca itu menyenangkan.

“Nah kenapa kita lakukan ini karena untuk menumbuhkan cinta terhadap bahasa lokal, setelah mengajarkan dengan tiga bahasa, nanti akan menulis kembali sebuah cerita dengan menerapkan tiga bahasa yang sudah dipelajari. Ini bisa menjadi cara mencintai kearifan lokal dan mengenal Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Adapun waktu yang dibutuhkan dalam proses pembuatan komik dan buku cerita tiga bahasa ini, kata dia, yaitu selama dua bulan. Mulai dari proses gambar hingga membuat jalan ceritanya sendiri.

Jenisnya juga beragam, sebut dia, di antaranya cerita tentang tarian daerah, makanan daerah dan nilai – nilai lokal lainnya. “Project komik dan buku cerita di Manado terinspirasi dari majalah bahasa Bali di Bali yang menampilkan alur cerita tentang kearifan lokal dalam tiga bahasa itu,” ucapnya.

Sementara itu, Davin Jancin yang juga Dosen di Universitas Sam Ratulangi Salatiga
dalam proyeknya lebih menekankan pada bagian penulisan dengan menggunakan musik. Menurutnya, mengajarkan dari lagu atau musik bisa membantu siswa untuk ikut merasakan alur dari sebuah cerita dan bisa meresapi pembelajaran yang diberikan.

“Dari musik yang didengarkan mereka menggambar dan menulis ceritanya sendiri, karena tidak hanya mengedepankan bahasa Inggris tapi juga ingin membangkitkan bahasa lokal dengan multilingual workshop ini,” katanya.

Sekitar 50 ELF dari Amerika akan memimpin pelatihan untuk 250 guru Bahasa Inggris sekolah menengah dan menengah lokal Bali di empat kabupaten yaitu Denpasar, Tabanan, Karangasem, dan Bangli. (net/lin)

1 KOMENTAR

  1. Bagus idenya untuk menumbuhkan kembali semangat belajar bahasa daerah , yg saat ini sudah mulai dilupakan di jenjang pendidikan.

LEAVE A REPLY