Menterian PAN RB Asman Abnur (kiri) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno

Dalam rangka menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan Kementerian BUMN melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dan Kementerian Ristek Dikti di kantor Kementerian BUMN, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (16/4) sore.

Penandatanganan tentang pendayagunaan BUMN dalam Rangka akselerasi reformasi birokrasi menuju pemerintahan berkelas dunia ini dilakukan Menteri BUMN Rini M. Soemarno dengan Menteri PAN RB Asman Abnur dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Menurut Rini, sebagai agent of development, BUMN telah menunjukkan kualitasnya sebagai perusahaan berkelas dunia. Pengalaman dan kompetensi BUMN perlu ditularkan pada birokrasi, guna mempercepat terwujudnya pemerintahan berkelas dunia.

Ruang lingkup nota kesepahaman ini, rinci Rini, meliputi pengembangan Human Capital Management di lingkungan birokrasi pemerintahan, mulai dari tahap perencanaan, perekrutan dan orientasi, pengembangan kapasitas, penilaian kinerja dan reward, pengembangan karir, sampai dengan purnabakti.

“Kemudian meliputi, pengembangan entrepreneurship dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintahan menuju pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel, penerapan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur, dan pendayagunaan Chief Executive Officer (CEO) BUMN dalam pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN),” sebut Rini.

Melalui nota kesepahaman ini, lanjut Rini, Kementerian BUMN akan mengoordinasikan dan mendorong agar BUMN terlibat dan berpartisipasi aktif dalam upaya akselerasi reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja birokrasi pemerintahan.

Menteri PANRB, Asman Abnur mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan dalam mengakselerasi reformasi birokrasi, khususnya dalam pengembangan manajemen ASN. “Kami membutuhkan dukungan dan bantuan dari semua stakeholders, termasuk dari jajaran BUMN yang pembinaannya ada dibawah koordinasi Kementerian BUMN,” ujar Menteri Asman didampingi Rini.

Dalam kesempatan yang sama Rini melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Hilirisasi Hasil Invensi dan Inovasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan, serta Perguruan Tinggi di Indonesia oleh Badan Usaha Milik Negara dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek & Dikti) Mohammad Nasir.

“Nota kesepahaman ini merupakan landasan/pedoman kerja sama Kementerian Ristek & Dikti dan Kementerian BUMN guna hilirisasi hasil invensi dan inovasi lembaga litbang dan/atau perguruan tinggi di Indonesia oleh BUMN, terutama hasil invensi dan inovasi yang berorientasi terhadap kebutuhan dan pemanfaatan industri di BUMN,” ujar Rini.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, Kementerian BUMN menyatakan komitmennya untuk mendorong BUMN guna melakukan komersialisasi hasil invensi dan inovasi lembaga litbang dan/atau perguruan tinggi di Indonesia sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang sehat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara Kementerian Ristek & Dikti menyatakan komitmennya untuk merencanakan dan mendorong hilirisasi hasil invensi dan inovasi lembaga litbang dan/atau perguruan tinggi untuk dimanfaatkan oleh BUMN. (lin)

LEAVE A REPLY