Menpar Arief Yahya (berkaca mata) didampingi Dirut Citilink Juliandra (dua dari kanan)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pariwisata Lampung harus berkembang pesat dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan. Ini untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi Lampung.

“Lampung merupakan Provinsi paling produktif dalam melaksanakan kegiatan pariwisata. Ada sekitar 52 kegiatan yang di suguhkan dan 2 kegiatan mampu masuk dalam calender of event national dan internasional yang mampu menarik wisatawan domestik ataupun mancanegara,” ujar Arief di gelaran parade budaya Lampung Krakatau Festival, Minggu (25/8/2019).

Agar sektor pariwisata Lampung berkembang, nilai Arief, membutuhkan tiga hal. Pertama, percepatan pelaksanaan pembuatan kawasan ekonomi khusus, adanya pengembangan SDM yang baik, promosi serta adanya creative value dengan cara memberdayakan karya anak bangsa.

“Lampung membutuhkan tiga hal untuk percepatan sektor pariwisata yang pertama adalah adanya pengembangan destinasi melalui di bangunnya kawasan ekonomi khusus layaknya di Mandalika,” ucap Arief, mantan Dirut PT Telkom.

Dengan di bangunnya kawasan ekonomi khusus, kata dia, dapat mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara untuk berwisata di Lampung. “Yang kedua pembuatan kegiatan pariwisata harus mengandung nilai kreatif, konsisten dan komersil,” tuturnya.

Sehingga kegiatan tidak hanya di suguhkan bagi warga sekitar, sambung Arief, tapi mampu menarik wisatawan mancanegara dan yang ketiga harus ada Program studi Pariwisata yang tersertifikasi secara internasional di Lampung, sehingga generasi muda Lampung dapat menjadi tenaga kerja yang unggul.

Menpar mengharapkan dalam jangka waktu satu tahun ini Lampung dapat merealisasikan pembangunan kawasan ekonomi khusus agar dapat menaikkan kedatangan wisatawan mancanegara ke Lampung.

“Saya harapkan dalam jangka waktu satu tahun dapat segera direalisasikan pembangunan kawasan ekonomi khusus di Lampung karena area yang dimiliki Lampung sudah lebih dari mencukupi untuk dibangun kawasan ekonomi khusus,” tutupnya. (net/lin)

LEAVE A REPLY