Firman Noor, Pengamat Politik LIPI. foto: heryanto

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan profesor riset baru. Dari tiga profesor riset yang dikukuhkan di Auditorium LIPI, Jakarta, Rabu (12/12), salah satunya merupakan profesor riset termuda yang dimiliki LIPI.

Profesor riset merupakan gelar tertinggi yang disandang peneliti atau peneliti ahli utama. Gelar ini diberikan melihat dari kiprah seorang dalam riset dan paten yang dihasilkan. Profesor riset termuda itu adalah Firman Noor, pria kelahiran Jakarta 6 Februari 1976.

Di usianya ke-42 tahun, Firman yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI membawakan orasi ilmiah berjudul “Partai Politik Problem Demokrasi di Indonesia Era Reformasi: Kajian Penyebab dan Solusinya”.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, Firman Noor merupakan profesor riset termuda di LIPI. Topik yang diangkat pun terkait politik yang relevan dengan kondisi saat ini. Selain Firman, dua profesor riset lain yang dikukuhkan yaitu, Andria Agusta dari Pusat Penelitian Biologi LIPI dan Eko Tri Sumarnadi Agustinus dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

“Penelitian adalah pengungkit kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Sayangnya, penelitian belum mampu menjadi pemain utama di berbagai aspek di negara kita. Ini tantangan bagi kita bagaimana, apa yang kita hasilkan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa,” kata Handoko saat pengukuhan profesor riset

Karena itu, LIPI pun bertekad memberikan hasil penelitian yang bisa menjawab kebutuhan bangsa. Selain itu, LIPI tidak ingin bergantung pada dana riset dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun juga menggandeng mitra seperti kerja sama dengan luar negeri. “Secara tidak langsung, itu menjadi potensi devisa buat Indonesia,” katanya.

Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset Bambang Subiyanto mengungkapkan, tiga profesor yang baru dikukuhkan ini, secara berturut-turut merupakan profesor riset ke 507, 508 dan 509 secara nasional dari 8.704 peneliti di seluruh Indonesia. “Sedangkan di lingkungan LIPI merupakan profesor riset ke 125, 126 dan 127 dari 1.624 peneliti,” ucap Bambang. (lin)

 

Sumber: beritasatu.com

LEAVE A REPLY