(ki-ka), Moderator Kristopo, Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK Greta Joice Siahaan, Head of Wealth & Channel Management BCA Sekuritas Donny Kristanto Setiadi, dan Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Nadia Amalia. Foto: heryanto/semarak.co

Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan, Bank BCA Syariah melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai menabung saham saham syariah. Kegiatan edukasi ini merupakan sinergi antara BCA Syariah, BCA Sekuritas dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Finansial Expo (FINEXPO) Indonesia 2019, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Dalam kegiatan edukasi bertajuk “Yuk Nabung Saham Syariah” tersebut menampilkan narasumber Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK Greta Joice Siahaan, Head of Wealth & Channel Management BCA Sekuritas Donny Kristanto Setiadi, dan Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Nadia Amalia.

Donny Kristanto mengatakan, data dari Bursa Efek Indonesia mengungkapkan sampai Agustus 2019 jumlah investor saham tercatat 1 juta orang atau tumbuh sekitar 32% dibanding tahun sebelumnya sekitar 852.000 investor.

“Bursa Efek Indonesia menaruh  perhatian khusus terhadap pertumbuhan pasar modal, khsusnya pasar modal syariah dengan meluncurkan berberapa index-index syariah untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada para investor Syariah,” ujar Donny dalam talk show edukasi bertajuk Yuk Menabung yang dimoderatori Ketua JES Kristopo.

Peran lembaga keuangan tidak dapat dilepaskan dalam rangka mendukung literasi masyarakat mengenai menabung saham. “BCA Syariah berkomitmen untuk menyediakan layanan dan teknologi yang andal untuk kemudahan transaksi,” imbuhnya.

Menurut Donny, perbedaan beli saham bank konvensional dengan bank syariah dapat dilihat dari produk usahanya. “Kalau produknya berupa alkohol, bisnis riba, dan sejenisnya. Lalu bagaimana porsi utangnya, dan terakhir jumlah persen dari pendapatan perusahaan. Selain pengawasan bursa. Jadi kalau investasi harus kenal perusahaannya,” ucapnya.

Nadia Amalia menyampaikan, BCA Syariah mendukung industri pasar modal melalui penyediaan produk Rekening Dana Nasabah (RDN) dengan prinsip syariah dan kemudahan akses melalui layanan E-channel Mobile dan Internet Banking sehingga memudahkan investor mengakses informasi RDN yang dimilikinya.

“Kami berharap langkah-langkah ini turut mendorong minat masyarakat berinvestasi pada saham syariah. Jumlah channel terus disasar. Kita tahu bank syariah ini relatif baru popularitasnya. Sementara untuk buka jaringan atau cabang butuh investasi, belum apa-apa udah ada saingan dari perusahaan digital,” ujar Nadia dalam acara yang sama.

Sampai Oktober 2019, BCA Syariah telah berkerja sama dengan 12 Perusahaan Efek,  rata-rata pembukaan rekening baru mencapai kurang lebih 700 rekening per bulan. Perolehan Rekening Dana Nasabah tercatat meningkat

“Perolehan per September 2019 mencapai 24.554 rekening atau meningkat 65% secara tahunan dan nilai mencapai lebih dari Rp25.66 Miliar, meningkat 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” rincinya.

Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK Greta Joice Siahaan menjawab pertanyaan wartawan tentang bagaimana minat warga dalam menabung saham syariah. “OJK melakukan survei literasi bursa syariah tahun 2013-2016, hasil survei 100 orang dari pertanyaan seberapa paham literasi keuangan syariah menunjukkan,  hanya 4 orang yang menjawab paham,” imbuh Joice.

Kemudian hasil survei 100 orang untuk pertanyaan seberapa banyak yang mempunyai produk saham atau pasar modal syariah, lanjut Joice, hanya satu orang menjawab punya. “Alasannya karena main saham itu rumit, banyak aplikasi saham fintech, lalu main saham itu mahal bahkan ada yang bertanya main saham itu sama dengan judi atau tidak?,” kutipnya

Utk itu, kata dia, OJK telah menerbitkan buku dalam rangka edukasi literasi saham ini. “Buku ini dari Sekolah Dasar, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Khusus di perguruan tinggi ada ruangan konsultasi maupun belajar tentang industri pasar modal seperti di Galeri Investasi. Jadi edukasi literasi ini terstruktur dan masuk ke sekolah-sekolah, hingga kampus,” terangnya,

Jadi mahasiswa akan belajar investasi pasar modal ini. Ada 1400 kampus seluruh Indonesia kerja sama dalam program edukasi dengan membuatkan materi-materi dalam buku-buku. Selain itu menjalankan kegiatan seperti diskusi dan membuat both-both, dan juga vaganza supaya kenal saham. Bahkan mewajibkan seluruh sektor jasa keuangan  melaksanakan kegiatan edukasi minimal sekali setahun,” ujarnya.

Untuk menghindari investasi bodong, Joice mengatakan, bisa dengan mengingat 2L, yaitu Logis. “Lihat tawarannya logis tidak? Kalau ada tawaran investasi per bulan dapat 30%, itu tidak logis. Kemudian Legal. Perusahaannya legal atau tidak bisa dicek di OJK,” tutupnya.  (lin)

LEAVE A REPLY