Layanan Data Internet Masih Diblokir, Telkomsel Sebut Telepon dan SMS 90% Normal

Gedung Telkom yang ada kantor layanan GraPARI Telkomsel di Jayapura ikut dibakar massa demonstrasi. Foto: istimewa

Operator seluler pelat merah Telkomsel menyebut pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi atau internet di propinsi Papua dan Papua Barat masih berlanjut. Itu mengacu Siaran Pers Nomor 159/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 23 Agustus 2019.

VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi di Propinsi Papua dan Papua Barat masih berlanjut hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal.

“Telkomsel sebagai operator penyedia layanan telkomunikasi mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, Telkomsel senantiasa melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan pemerintah untuk pemulihan akses layanan data,” ujar Denny Abidin dirilis Telkomsel, Sabtu (31/8/2019).

Telkomsel, lanjut Denny, berharap agar situasi di Tanah Papua semakin kondusif demi menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus kita jaga bersama sama.

Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemblokiran sementara layanan data internet di Provinsi Papua dan Papua Barat yang dimulai pada Rabu (21/8), guna mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu menjelaskan, pemblokiran sementara data internet di kedua provinsi dilakukan karena banyak sekali konten-konten hoaks, ujaran kebencian maupun yang bersifat provokatif yang bertebaran di wilayah Papua dan Papua Barat.

Selain itu, pemblokiran tersebut juga dilakukan mengingat situasi di lapangan yang tidak kondusif berdasarkan laporan aparat kepolisian dan penegak hukum di lapangan bahwa di beberapa kota terjadi aksi massa yang berujung kericuhan atau kerusuhan.

Untuk sementara pemblokiran data internet akan dievaluasi pemerintah dari waktu ke waktu, dan jika situasinya sudah aman pemerintah akan melakukan kajian dan akan kembali normal.

Namun kondisi layanan telepon dan SMS  di kota Jayapura, kata Denny, sudah 90% beroperasi normal. Pemulihan layanan telepon dan SMS terus dioptimalkan guna memastikan percepatan kenyamanan berkomunikasi pelanggan di kota Jayapura.

“Sehubungan dengan dampak layanan Telkomsel pasca aksi penyampaian pendapat di kota Jayapura 2019, dengan ini kami sampaikan bahwa saat ini layanan telepon dan SMS Telkomsel di kota Jayapura sudah 90 persen beroperasi normal untuk layanan telpon dan SMS,” ujarnya.

Terkait kantor layanan Telkomsel (GraPARI) di kota Jayapura, Abe menyebut, untuk saat ini belum dapat beroperasi hingga waktu yang belum dapat ditentukan.Telkomsel terus berkoordinasi dengan Pemda, POLRI, TNI, Kemenkominfo, serta aparat setempat.

“Ini untuk mengambil tindakan preventif melakukan pengamanan aset serta fasilitas pendukung alat produksi, termasuk memastikan keselamatan dan keamanan karyawan yang bertugas di seluruh wilayah Papua,” ujarnya.

Selain itu operator pelat merah ini juga tetap menyiagakan tim/petugas serta berkoordinasi dengan Posko Krisis Telkom Group untuk memastikan layanan telekomunikasi bisa segera dinikmati secara keseluruhan.

Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menyebut bahwa layanan seluler di Jayapura dan sekitarnya terganggu karena perbuatan orang tidak dikenal (OTK) yang sengaja memotong kabel utama jaringan optik telekomunikasi.

Rudiantara menegaskan bahwa gangguan telekomunikasi yang terjadi di Jayapura dan sekitarnya, bukanlah karena kebijakan pemerintah.

Sebab kebijakan pemerintah hanya melakukan pembatasan layanan data. Pihak pemerintah telah berkoordinasi dengan POLRI serta TNI untuk membantu pengamanan perbaikan terutama di ruang terbuka. (net/lin)

 

sumber: indopos.co.id

LEAVE A REPLY