Personil grup Wali Band saat rilis Single Wasiat Sang Kekasih. foto: dok Nagaswara

“Wasiat Sang Kekasih”, lagu yang diklaim memiliki makna mendalam bagi para personil band Wali. Lagu yang diciptakan Apoy itu berangkat dari kesedihan para personil band Wali akibat bencana tsunami di Banf akhir tahun lalu.

Dalam bencana tersebut, Wali kehilangan beberapa rekan mereka satu manajemen. Di antaranya Aa Jimmy dari group komedian Jigo. Aa Jimmy bukan satu-satunya rekan atau sahabat Wali yang meninggal dalam bencana tersebut.

Komedian yang suka meniru sosok ulama Aa Gym itu juga meninggal bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil. Hanya, Yumna (usia 2 bulan), putra bungsu Aa Jimmy, yang selamat dari terjangan tsunami karena berada di hotel. “Kami akan selalu bersama Yumna,” kata Apoy kepada wartawan saat itu di Jakarta, Rabu (13/02).

Tak hanya kehilangan Aa Jimmy sekeluarga, Wali juga berduka karena kehilangan istri dari Ade, rekan Aa Jimmy di group Jigo. Sementara manager Jigo yang bernama Julia, juga menemui ajalnya dalam bencana itu.

Beberapa saat saat setelah bencana terjadi, management Wali, termasuk para personil Wali langsung turun ke lokasi bencana di Pantai Anyer, Banten. Mereka bahu membahu mencari para korban hingga ditemukan dan memberikan bantuan hingga proses pemakaman. Bagi Apoy, Aa Jimmy adalah sahabat yang baik. “Ia itu sahabat yang supel, tulus, tanpa ada keinginan di balik itu semua,” ungkap Apoy.

Kenangan kepada sahabat dan rekan-rekan mereka yang hilang dalam bencana tsunami di Banten itu pula yang menyentil semangat Apoy menciptakan lagu “Wasiat Sang Kekasih”.

Selain sebagai dedikasi kepada para korban bencana tsunami di Banten, lagu tersebut juga menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara hidup dan mati. “Tak peduli kepada siapa pun, bahkan kepada orang-orang yang kita cintai. Siapa pun akan mengalami. Termasuk kepada para personil Wali,” tutur Apoy. (lin)

LEAVE A REPLY