Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan memegang surat keputusan) melantik Arif Rahman Hakim sebagai Deputi bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM. Foto: Humas Kemenkop dan UKM

Jabatan Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM yang selama ini kosong, akhirnya terisi juga. Menyusul pelantikan Arif Rahman Hakim sebagai Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM oleh Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Teten Masduki di auditorium Kemenkop dan UKM, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

semarak.co -Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, dirinya ingin kemenkop dan UKM diisi orang-orang dengan integritas tinggi, serta rekam jejak yang sudah terbukti. Jelas ini sangat membantu.

Teten Masduki menyatakan ingin mencari sosok terbaik demi mengejar target pertumbuhan ekonomi yang dikontribusikan dari sektor UKM. Teten berharap dengan adanya Deputi SDM yang baru, program-program strategis Kementerian dapat segera diakselerasi.

Apalagi sosok Arif Rahman Hakim adalah orang yang dianggap kompeten karena sebelumnya menjabat di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang kemudian dikaryakan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

“Kami juga sedang mencari tiga lagi posisi eselon lainnya yang sedang open bidding,” ucap Teten usai pelantikan mantan Sekjen KPU Arif Rahman Hakim. Teten menegaskan kinerja dan rekam jejak Arif sangat baik sehingga sangat layak menduduki jabatan Deputi Bidang SDM.

Kemenkop dan UKM juga terus melakukan penguatan organisasi di internalnya.Salah satunya melalui penunjukan pejabat tinggi madya Deputi Bidang SDM yang selama ini kosong lantaran pejabat lamanya purna tugas.

Konsolidasi program, sambung Teten, merupakan bagian dari pengembangan SDM, diupayakan menjadi jembatan antar birokrasi di Kementerian/Lembaga (K/L) yang menjadi prioritas di 100 hari kerja.

Pihaknya juga telah diminta Presiden Jokowi untuk membentuk one gate policy. “Kami harus punya kemampuan konsolidasi seluruh program UMKM di 18 K/L. Belum lagi kami harus koordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, dan konsolidasi seluruh sumber daya termasuk pembiayaan yang ada di kementerian,” katanya.

Selain itu, Kemenkop dan UKM juga didorong agar mampu membuat UMKM naik kelas, serta mencapai pertumbuhan ekspor yang ditarget naik dua kali lipat hingga 30 persen pada 2024. “Bagaimana produk UMKM ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Seperti wabah virus Corona ini, bisa memberi opportunity untuk subtitusi produk yang selama ini impor dari China,” ucap Teten.

Untuk saat ini, pihaknya sedang menginventarisasi apa saja barang yang selama ini diimpor dan dibutuhkan dari China, terutama di bidang konstruksi yang bisa disubtitusikan oleh UMKM. “Nah produk makanan dan minuman juga akan digeser. Dari pada minum soda, mending minum kopi atau teh dari Indonesia. Produk petani kan?” katanya.

Tantangan ke depan, sambung Teten, jika tak ditanggapi dengan serius dan tak punya pendekatan serta visi baru, dikhawatirkan menciptakan kesenjangan UMKM dan koperasi semakin lebar.

“Kita semua ditantang bagaimana membangun UMKM dan koperasi lebih kompetitif dan jauh berkembang agar lebih adil di kemudian hari. Kita masuk ke sektor pertanian, perikanan dan usaha, semua itu ada UMKM dan koperasi. Bersama membangun model bisnisnya,” tegas Teten.

Di kesempatan yang sama, Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim yang baru dilantik berjanji, pihaknya bakal memenuhi target yang diberikan di lembaga yang baru ia duduki.

Beberapa target yang diberikan lanjut Arief, akan dikonsolidasi dan dirumuskan dengan langkah-langkah action plan yaitu pertama, menciptakan pelatihan yang berkualitas dalam mencetak pemimpin yang bisa mengelola koperasi dan UMKM yang berkualitas.

“Kedua, saya juga diminta untuk memperkuat UMKM melalui peningkatan kualitas SDM. Nanti akan kami review standar kompetensi, modul pelatihan, bagaimana men-deliver UMKM di lapangan. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” sebut Arif.

Selanjutnya yang ketiga, terkait fokus Presiden Jokowi dalam meningkatkan kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja.

“Fokus menumbuhkan wirausaha baru. Kami juga melanjutkan dan menambah kerja sama dengan lembaga pendidikan dan universitas yang ada dalam mencetak wirausaha baru. Ini akan menjadi prioritas dari jabatan baru saya ini,” katanya. (net/lin)

LEAVE A REPLY