Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto (tengah bicara di microphone) bersama semua direksi Pegadaian saat paparan kinerja. Foto: heryanto

PT Pegadaian meraih capaian kinerja kinclong sepanjang 2019. Ini ditandai dengan meraup laba bersih sebesar Rp3,1 triliun (tumbuh 12%) dan membukukan outstanding pembiayaan sebesar Rp 50,4 triliun (tumbuh 23,3%), diatas rata rata industri nasional.

semarak.co -Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, digitalisasi, sinergi, dan kolaborasi mendorong peningkatan basis nasabah. Penggunaan aplikasi Pegadaian Digital telah dimanfaat untuk melakukan transaksi digital oleh lebih 2 juta nasabah.

“Perseroan terus melakukan digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan kualitas layanan serta aktif menggencarkan sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra dan instansi di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Kuswiyoto dalam pemaparan kinerja 2019 di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Sinergi dan kolaborasi tersebut, nilai Kuswiyoto, telah memberi kontribusi dalam peningkatan kinerja Pegadaian. “Kinerja kinclong tersebut, didorong sejumlah produk inovatif berbasis digital yang diluncurkan perseroan dan agresivitas dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra di tanah air,” terangnya didampingi semua direksi.

Tahun 2020 ini, lanjut Kuswiyoto, Pegadaian akan terus menghadirkan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan kinerja bisnis. “Hal ini agar selaras dengan Visi Pegadaian yaitu Menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan Sebagai Agen Inklusi Keuangan Pilihan Utama Masyarakat Indonesia,” kutipnya.

Pegadaian mengalami pertumbuhan sangat bagus, kata dia, saat ini sudah memiliki 13,8 juta nasabah dari 10,67 juta di 2018. Ini naik 3,2 juta atau 30% lebih dibanding 2018. “Ini bagus di tengah kesulitan bank maupun nonbank,” kata dia.

Banyaknya kolaborasi dan sinergi dengan ratusan mitra dari BUMN, swasta, perguruan tinggi dan berbagai organisasi selama 2019, klaim dia, mendorong penambahan jumlah nasabah Pegadaian.

“Kinerja positif yang kami raih pada tahun 2019 tersebut, tidak terlepas dari kontribusi seluruh nasabah yang setia menggunakan produk dan layanan kami. Kenaikan jumlah nasabah sepanjang 2019 sebesar 30,2 persen. Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan di lembaga keuangan,” ulangnya.

Selain itu, perusahaan pembiayaan pelat merah ini juga melakukan program pemasaran yang intensif berupa Employee Get Customers yang melibatkan  seluruh karyawan dan keluarga untuk terlibat dalam  kegiatan memasarkan produk-produk inovatif, serta berbagai saluran distribusi baik melalui 4.123 outlet dan 9.673 agen.

Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp17,7 triliun, naik 39,3% dibanding periode sama 2018 sebesar Rp12.7 triliun. Aset Pegadaian sepanjang 2019 meningkat 23,7%, menjadi Rp65,3 triliun dari tahun sebelumnya Rp 52,8 triliun.

Adapun produk gadai masih mendominasi kinerja Pegadaian, dengan portofolio OSL Gadai sebesar Rp40,3 triliun setara 80%. Adapun produk non gadai berkontribusi OSL sebesar Rp10,1 triliun setara 20% pada 2019. “Kami akan terus fokus pakai core business gadai, selain mengembangkan produk-produk lain non gadai,” paparnya.

Pencapaian kinerja Pegadaian yang kinclong tersebut didukung dengan tingkat kesehatan perusahaan kategori“Sehat” (AAA), dan Rating Obligasi AAA yang dilakukan Pefindo.

Sepanjang 2019 hingga Februari 2020, Pegadaian berhasil menjalin sinergi dan kolaborasi dengan 541 instansi, yang terdiri dari 133 instansi pemerintah, 84 instansi BUMN, 210 instansi swasta, dan 114 instansi perguruan tinggi baik swasta maupun negeri.

Sinergi dan kolaborasi tersebut merupakan tidak lanjut program Sinergi BUMN dalam meningkatkan nilai tambah untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, langkah tersebut juga sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan penetrasi bisnis gadai ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami ingin menggaris bawahi betapa pentingnya sebuah sinergi dan kolaborasi. Sinergi dan kolaborasi memiliki manfaat yang luar biasa, karena sangat menguntungkan, tidak hanya bagi Pegadaian tetapi juga bagi mitra dan masyarakat luas,” jelas Kuswiyoto.

Pegadaian juga aktif melaksanakan program CSR yang bertema Pegadaian Bersih-Bersih meliputi BersihLingkungan, Bersih Hati, dan Bersih Administrasi. Salah satu program unggulannya adalah program Memilah Sampah, Menabung Emas.

Program yang diberi nama The Gade Clean & Gold ini sejalan dengan program Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah. “Kami berharap Pegadaian akan terus memberi kontribusi yang besar bagi masyarakat, menggerakkan perekonomian nasional, serta mendorong meningkatnya inklusi keuangan di tanah air,” tutupnya. (smr)

LEAVE A REPLY