Presiden Komisaris CIMB Niaga Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Komisaris Glenn Muhammad Surya Yusuf (kiri), Presiden Direktur Tigor M. Siahaan (kedua kiri), Direktur Fransiska Oei (kedua kanan) dan Direktur Lee Kai Kwong (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) CIMB Niaga di Jakarta, Rabu (19/12/2018). foto: dok humas CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga (CIMB Niaga) atau Bank IDX BNGA) melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,98triliun pada semester pertama tahun 2019. Ini naik sebesar 11,8% year-on-year (yoy), menghasilkan earnings per share Rp79,27.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung pendapatan bunga bersih atau NetInterest Income (NII) yang naik sebesar 5,5% menjadi Rp6,32 triliun serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 2,0% yoy. Rasio Loan Loss Coverage (LLC)CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 101,2%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, kinerja keuangan CIMB Niaga pada semester I 2019 terus mengalami kemajuan. Pendapatan operasional yang naik sebesar 5,7% yoy, terutama dikontribusikan pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 5,5%, didukung penguatan dari Net Interest Margin (NIM) pada semester I 2019 menjadi 5,41% dibanding 5,09% pada semester I 2018.

“Dalam situasi perekonomian dan pasar yang masih menantang, kami berhasil menurunkan biaya pencadangan sebesar 2,0 persen yoy sehingga mampu meningkatkan laba bersih sebesar 11,8% yor menjadi Rp1,98 triliun,” ujar Tigor dalam rilis Humas CIMB Niaga, Kamis (15/8/2019).

Dengan total aset mencapai Rp271,86 triliun per 30Juni 2019 meningkat sebesar 4,5% Y-o-Y, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 2,6% Y-o-Y menjadi Rp190,5 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kartu Kredit, dan Kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masing-masing sebesar 13,5%, 10,0%, dan 4,1% yoy.

Sementara, kredit Korporasi tumbuh sebesar 2,1% yoy. “Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit sejalan dengan kondisi perekonomian saat ini dengan tetap memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,” imbuh Tigor.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp197,85 triliun dengan rasio CASA sebesar 53,9%. Adapun Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 2,3% Y-o-Y, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB  Niaga Syariah) mencapai Rp27,96 triliun (+31,6% yoy) dengan DPK sebesar Rp27,17 triliun (+37,6% yoy) per 30Juni 2019. CIMB Niaga Syariah adalah bank syariah terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset.

“CIMB Niaga Syariah terus meningkatkan kontribusinya dalam memajukan industri Syariah di Indonesia. Salah satunya melalui penyediaan produk dan layanan pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang secara digital,” rincinya.

Layanan yang dapat diakses melalui QR (Quick Respond – Scan) pada aplikasi Go Mobile, internet banking CIMB Clicks dan aplikasi e-Salaam ini, memudahkan dan mempercepat nasabah yang ingin menunaikan sedekah berupa wakaf uang atau wakaf melalui uang.

Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 20,59% per 30Juni 2019, meningkat 199 bps yoy. CIMB Niaga menjadi bank pertama yang naik kelas ke Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4, yang merupakan kategori bank tertinggi dari sisi modal inti (Tier-1) berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai implementasi dari brand promise, “Kejar Mimpi”, CIMB Niaga telah mendukung budaya dan gaya hidup sehat, diantaranya melalui kegiatan The Color Run presented by CIMB Niaga yang akan kembali dilaksanakan pada 13 Oktober 2019 di Jakarta.

Ke depan, CIMB Niaga akan terus fokus memperbesar bisnis Consumer dan UKM, meningkatkan CASA serta memperkuat proposisi bisnis Syariah dan penawaran produk Syariah.

Jaringan

CIMB Niaga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Per 30Juni 2019, 95,5% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya, CIMB Niaga terus berupaya untuk meningkatkan pengalaman nasabah dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 482 jaringan kantor (termasuk 27 kas mobil). Per 30Juni 2019, jaringan bank secara nasional didukung oleh 4.505Automated Teller Machines (“ATM”), 103.189Electronic Data Capture (“EDC”), 941 Cash Deposit dan Recycle Machines, 159Multi-Function Device (“MFD”), dan 28Digital Lounge.

Penghargaan

Pada enam bulan pertama yang berakhir 30Juni 2019, CIMB Niaga menerima sejumlah penghargaan, diantaranya Penghargaan CSR Kategori Pemberdayaan Masyarakat; Indonesia Digital Innovative Award 2019; dan The Asset Triple A Awards 2019 untuk kategori: Indonesia Best Service Provider E-Solutions Partner.

Lanas Indonesia Best Payment and Collection Solution Healthcare Industry, dan Indonesia Best Payment and Collection Solution Manufacturing Industry. CIMB Niaga juga dianugerahi penghargaan “The Credit Risk Technology Implementation of the Year” oleh The Asian Banker. (lin)

LEAVE A REPLY