kecelakaan maut bus pariwisata di Subang, Jawa Barat. foto: internet

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) merawat 33 korban yang selamat dari kecelakaan bus di Subang yang ditumpangi para kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Dan 13 korban lain dirawat di RSUD Depok.

semarak.co -Pimpinan Humas RSUI Kinanti mengatakan, para korban selamat tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUI. Tim kesehatan RSUI akan melakukan triase di Instalasi Gawat darurat (IGD) terlebih dahulu untuk melihat kondisi korban.

“Para pasien tersebut sudah tiba dan sedang ditangani oleh tim medis RSUI. Jika ada indikasi akan dilakukan penanganan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan sistem penanggulangan pasien gawat darurat (SPGDT) Kota Depok,” kata Kinanti di RSUI Depok, Minggu (19/1/2020).

Tim kesehatan RSUI dan sarana prasarana yang dibutuhkan, kata Kinanti, telah disiapkan, termasuk apabila dibutuhkan tindakan pembedahan. “Direksi dan Staf RSUI turut berduka atas terjadinya musibah tersebut. Para korban selamat akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tim kesehatan RSUI akan melakukan triase di Instalasi Gawat darurat (IGD) terlebih dahulu untuk melihat kondisi korban,” ucapnya.

Direktur Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Depok Devi Maryori mengatakan, pihaknya menangani korban selamat. “Para korban sampai di RSUD Depok pada pukul 09.30 WIB dan langsung ditangani petugas medis kami,” kata Devi di Depok, Minggu (19/1/2020).

Setelah diberikan penanganan, korban yang mengalami luka ringan akan dipersilakan pulang. Namun, kata dia, jika hasil pemeriksaan menunjukkan ada korban masih harus dirawat, maka akan dirawat.

“13 korban tersebut terdiri atas tiga anak-anak dan 10 orang dewasa, sedangkan 24 korban lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit lainnya. Sebanyak 24 orang tersebar di beberapa rumah sakit. Antara lain Rumah Sakit Universitas Indonesia, Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Mitra Keluarga, dan Rumah Sakit Sentra Medika,” katanya.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengucapkan duka yang mendalam terhadap peristiwa yang menewaskan delapan orang warga Depok dan puluhan lainnya luka berat, sedang, dan ringan. “Saya yakin ada hikmah atas peristiwa tersebut dan kita harus iklas menerimanya,” kata Idris di Depok.

Bagi korban yang dirawat di RSUD Kota Depok otomatis gratis, lanjut Idris, sedangkan yang dirawat RSUI jika memang pasien ada BPJS maka bisa digunakan. “Jika belum punya maka menggunakan biaya tak terduga (BTT) kesehatan untuk perawatan sampai mereka sembuh,” terang Idris usai melaksanakan shalat jenazah di Depok, Minggu (19/1/2020).

Sebanyak delapan korban meninggal dunia yang merupakan kader posyandu di wilayah Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, dishalatkan di Masjid Assobariyah Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. “Saya yakin ada hikmah atas peristiwa tersebut dan kita harus ikhlas menerimanya,” ujarnya.

Sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, Wali Kota Depok Idris melakukan shalat jenazah terlebih dahulu kemudian korban yang meninggal diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pemerintah Kota Depok mengirimkan sembilan mobil jenazah dan 15 mobil ambulans untuk membantu membawa jenazah dan korban luka-luka akibat kecelakaan bus di Subang, Jawa Barat itu.

“Kami langsung mengirimkan bantuan berupa mobil jenazah dan ambulans serta juga mobil Elf untuk membantu korban kecelakaan tersebut,” kata Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana.

Ia mengatakan jumlah penumpang bus yang berisi para kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Citayam, Kota Depok 57 orang,  seorang sopir, dan satu kenek. “Jadi total semuanya dalam bus ada 59 orang,” kata Dadang yang sudah berada di Subang sejak Minggu dinihari.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Saptono Erlangga Waskitoroso menyatakan bus pariwisata yang membawa rombongan dari Depok itu, mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, lima luka berat, dan 15 luka ringan. “Korban meninggal dunia dan luka berat saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Ciereng,” katanya. (net/lin)

LEAVE A REPLY