Koperasi dinilai tradisional dan belum mampu memberikan manfaat untuk masyarakat. Pandangan ini terbentuk karena masih banyak koperasi yang belum berhasil, terpuruk dan terbelenggu karena persoalan intern, kesulitan permodalan serta persoalan organisasional lainnya.

“Koperasi mempunyai potensi yang strategis dan berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan tentunya pemerataan pendapatan, sehingga kesenjangan atau ketimpangan ekonomi bisa dikurangi, ” kata Puspayoga, dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 69 (14/7).

Selanjutnya, Puspayoga menambahkan bahwa koperasi merupakan bangunan usaha yang paling tepat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kerakyatan.

“Di usia koperasi yang ke 69 tahun ini, banyak koperasi yang telah maju dan dapat memberikan manfaat untuk anggota dan masyarakat sekitarnya. “Koperasi mempunyai potensi yang strategis serta berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan tentunya pemerataan pendapatan, sehingga kesenjangan atau ketimpangan ekonomi bisa dikurangi, ” kata Puspayoga.

Harkopnas akan di selenggarakan di Jambi, pada 21 Juli 2016 yang rencananya di hadiri Presiden Jokowi.

Peringatan Harkopnas tahun ini mengambil topik “Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari”. Dalam puncak peringatan Harkopnas, akan diberikan penghargaan Bhakti Koperasi dan Penghargaan Koperasi Berprestasi ; pencanangan satu juta pendidikan anggota koperasi serta pemberian satya lencana pada tokoh yang berjasa membangun koperasi.

LEAVE A REPLY