Para pemenang ajang Anugerah ASN 2019 berkesempatan bertemu Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). Foto: humas PANRB

Para pemenang ajang Anugerah ASN 2019 yang diinisiasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berkesempatan bertemu Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma’ruf Amin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

semarak.co -Mereka berdialog hal-hal seputar profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di era revolusi industri 4.0, netralitas ASN dalam kontestasi politik, keberlanjutan ajang Anugerah ASN, hingga mendapat pesan dari wakil presiden.

Salah satu penerima Piala Adhigana dr. Nani Yulia merasa terkesan dan bersyukur bisa bertemu dengan orang nomor dua di Indonesia. ASN yang mengabdi di bidang kesehatan Polres Brebes ini merasa bangga karena bisa secara langsung mendapat wejangan atau pesan dari K.H Ma’ruf Amin.

Ada satu pesan dari wakil presiden yang terngiang dalam ingatan Nani adalah, seorang ASN tidak boleh berhenti berinovasi dalam bidangnya masing-masing.

“Pesan yang paling diingat dari Bapak Wakil Presiden bahwa kita tidak boleh berhenti untuk berinovasi dan berkreasi. Dan juga sebagai ASN kita juga menunjukkan jiwa nasionalisme kita yang baik,” ujar Nani pemenang kategori PNS Inspiratif usai.

Terkait ajang Anugerah ASN, ia mengapresiasi Kementerian PANRB karena sudah memberi ruang bagi para ASN berprestasi. Ajang tersebut, baginya, adalah salah satu wadah untuk menjaring ASN yang telah bekerja melebihi batas ekspektasi dan berguna bagi masyarakat.

Ia berharap ajang ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan setiap tahunnya. Perasaan yang sama diungkapkan peraih penghargaan kategori The Future Leader, Susilo Ratnawati.

Ibu yang bertugas pada Puskesmas Panjatan II, Kabupaten Kulonprogo ini mengatakan, K.H Ma’ruf Amin mengapresiasi segala inovasi yang diciptakan para pemenang. Wakil Presiden berpesan, setiap inovasi yang diciptakan agar dikembangkan dan ditingkatkan.

Pesan lain yang melekat di ingatan Ratnawati adalah agar apresiasi dan kesejahteraan ASN lebih merata. Nana, sapaan akrab Ratnawati, menyampaikan bahwa negara memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi ASN untuk berinovasi.

“Terima kasih sekali kepada Kementerian PANRB yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa menunjukkan inovasi-inovasi yang telah kami lakukan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pemenang kategori Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Teladan Iwan Dakota, menuturkan, para penerima penghargaan Anugerah ASN merasa senang bisa bertemu dengan pimpinan tertinggi negara.

Kepada para penerima penghargaan mendapat pesan agar tidak hanya menginspirasi ASN lainnya, tetapi juga menjadi panutan bagi masyarakat.

Kepada Kementerian PANRB, ia memberi saran agar kategori Anugerah ASN dapat diperbanyak untuk menyaring bakat serta ionvasi di bidang lainnya. “Banyak ASN yang menginspirasi di luar sana, saya harap kategorinya bisa ditambah untuk kedepannya,” harap Iwan.

Seperti diketahui, Ma’ruf Amin menerima audiensi sekaligus memberi arahan kepada Top 3 Anugerah ASN 2019, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Apresiasi serta pesan motivasi untuk terus melayani, disampaikan pada sembilan peraih piala Adhigana tersebut.

Para pemenang juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdialog dengan orang nomor dua di republik ini. “ASN berperan penting untuk membumikan reformasi birokrasi. Ada istilah yang mengatakan reformasi birokrasi sudah dimulai, namun masih menyentuh kulit,” pesan dia.

Jadi belum menyentuh jantungnya, lanjut dia, belum paru-parunya. “Perlu ada pembedahan dan motivasi,” ungkap Ma’ruf Amin, yang didampingi Menteri Pendayagunaan PANRB Tjahjo Kumolo.

Ajang ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi ASN lainnya. Teladan serta nilai pelayanan yang dimiliki oleh pemenang Anugerah ASN 2019 sebaiknya bisa ditularkan kepada seluruh ASN.

Baginya, menjadi ASN tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Harus ada terobosan luar biasa dalam hal peningkatan pelayanan. “ASN ini harus diberi peningkatan melalui upaya pelatihan, grading, kursus di dalam atau luar negeri, untuk meningkatkan kemampuannya, kemudian didorong untuk berinovasi,” tuturnya.

Meski harus didukung dengan berbagai jenis peningkatan kompetensi, seluruh ASN di Indonesia juga dituntut dua hal. Pertama adalah memiliki kompetensi sesuai tuntutan, dan kedua, memiliki komitmen terhadap nilai kebangsaan dan kenegaraan.

Pertemuan antara peraih penghargaan Anugerah ASN itu juga membahas mengenai netralitas ASN dan radikalisme. K.H Ma’ruf Amin menerangkan, setiap pengembangan kompetensi ASN, harus dibarengi dengan penanaman serta penguatan nilai nasionalisme.

“Jangan sampai pegawai kita terpapar paham yang tidak sesuai dengan prinsip kebangsaan yang kita sebut radikalisme. Dari sisi politik, saya menekankan agar pergantian kepala daerah tidak berpengaruh pada inovasi yang telah mereka ciptakan. Gejolak politik di pusat maupun daerah tidak boleh mengganggu profesionalisme ASN,” imbuhnya.

ASN harus terjamin, lanjut dia, meski terjadi perubahan, pimpinan politik, tapi pegawai tidak rusak, ekonomi tidak terganggu, profesionalisme tidak terganggu, sehingga para ASN bekerja dengan tenang.

Di akhir dialog, Wapres K.H Ma’ruf Amin berharap agar ajang tahunan ini dapat dipertahankan. Bahkan, ia memberi masukan agar kriteria dalam Anugerah ASN berikutnya bisa diperluas. “Diperluas kriterianya. Akan banyak yang muncul dari kriteria yang lain,” pungkasnya.

Perlu diingat, pada ajang Anugerah ASN terdapat tiga kategori yaitu PNS Inspiratif, The Future Leader, dan PPT Teladan. Semua nomine dinilai oleh tim juri independen, diantaranya Penulis Senior Maman Suherman, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Penggiat Digital Literasi Ahmad Nugraha, dan Penggiat Perpustakaan Nasional Sulasmo Sudharmo.

Dalam dialog bersama wapres tersebut, hadir pula Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Bidang Sumber Daya Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, serta ketua tim juri anugerah ASN Helmi Yahya. (smr)

LEAVE A REPLY