Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo pada acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa‎ di Serpong, Tangerang, Banten, Minggu (‎4/11/2018). foto: dok humas

Program transmigrasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan pembangunan bangsa melalui upaya peningkatan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan dan berkelanjutan di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, pembangunan transmigrasi saat ini diarahkan berbasis kawasan sebagai salah satu dari skema pembangunan pusat pertumbuhan yang tidak hanya berbasis spasial dan komoditas unggulan.

“Tapi juga secara bersamaan memberdayakan masyarakat di kawasan tersebut agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang mumpuni dan penikmat manfaat dari hasil pembangunan itu,” ujar Eko saat memberi arahan pada sejumlah Wredatama atau pensiunan pegawai Kementerian Transmigrasi yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Transmigrasi (PWT) di Balai Makarti Muktitama, gedung Kemendes PDTT, Selasa (18/12).

Eko menilai bahwa model transmigrasi kalau tidak dikembangkan dengan model pembangunan desa akan tidak ada manfaatnya bagi para transmigran. Pasalnya, berdasarkan evaluasi dari Kemendes PDTT, sejumlah tanah yang awalnya diberikan kepada para transmigran akan habis jika diwariskan tapi tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Dalam mendukung program transmigrasi, pemerintah telah memiliki program pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Dalam program Prukades ini, kita berkolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah, kementerian terkait, Perbankan,dan swasta,” katanya.

Program prukades ini, kata Menteri Eko, diyakini dapat mensejahterakan para transmigran dan masyarakat sekitarnya. Salah satunya yakni pengembangan Prukades Tebu di kawasan transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dan pengembangan Prukades Sawit di kawasan transmigrasi Bupul, Merauke, Papua, serta Prukades lainnya di daerah lainnya.

“Tercatat pada tahun ini, total investasi melalui pola kemitraan dengan pengembangan Prukades di kawasan transmigrasi telah mencapai Rp 15,97 triliun. Kita berharap para wredatama bisa melihat atau turut berkontribusi dalam membangun desanya. Karena banyak potensi yang bisa digarap oleh para wredatama di desa. Baik usaha maupun potensi lainnya,” tutupnya. (lin)

LEAVE A REPLY