baju rancangan Decy Ramona dalam brand Tyramona

Setelah sukses memperkenalkan motif barello (the sunrise) di negara Paman Sam Amerika Serikat, September 2017 lalu, perancang Decy Ramona dengan design terbarunya Pa`Tangke Lumu Toraja akan memperkenalkan di hadapan para penikmat mode International Fashion Week (IFW) di Dubai. Hasil pengembangan ide-ide motif asal Sulawesi Selatan diangkat ke ajang fashion bergengsi melalui brand TYRAMONA.

Decy mengatakan, makna dari Pa`Tangke Lumu Toraja diambil dari kata `Lumu` yang berarti keharmonisan keluarga untuk hidup rukun. Di mix dengan motif daun sirih/bolu yang memiliki arti `kiranya dewa memberkati`. Tumbuhan lumut sendiri banyak tumbuh di daerah tropis dan beberapa daerah lainnya.

“Keindahan motif Pa`Tangke Lumu Situru yang biasa disingkat dengan Pa`Lumu saat ini dibuat sedikit berbeda, lebih mewah dan elegant. Dengan sentuhan payet-payet dan design yang lebih modern. Motif Pa`Lumu dikombinasikan dengan motif daun sirih dan daun bolu agar lebih hidup dan berwarna,” jelas Decy pada wartawan di Jakarta, Selasa (2/4).

Terangkatnya motif ini, nilai Decy, membuat keterikatan satu sama lain erat. Design yang kami buat lebih modern tanpa meninggalkan sifat-sifat cultural yang kuat. Sehingga yang memakai design kami pun dapat merasakan makna serta membawa berkat bagi masyarakat luas.

Motif Toraja ini, kata dia, memiliki daya tarik tersendiri. Ia mencoba untuk bisa perkenalkan karyanya di luar negeri. “Saya harap mereka bisa mengenal kalau Indonesia itu luas dan masih banyak yang bisa digarap. Sebelum saya membuat design untuk diikutkan di ajang Internasional Fashion Week di Dubai saya melakukan riset, produk seperti apa yang mereka inginkan,” katanya.

Membawakan 16 looks, Decy akan menampilkan busana ala couture dengan warna yang didominasi ungu, biru, abu-abu, dan gradasi dari ketiganya. Tak hanya itu, ia pun akan mengkombinasikan motif Pa’Lumu tersebut dalam balutan material kain seperti organza, duches, dan ballotelli.

Tidak memerlukan waktu lama, Decy berserta timnya mampu menyelesaikan semua koleksinya hanya dalam waktu tiga minggu saja. Menargetkan kelas menengah ke atas, koleksinya sengaja didesain dengan menonjolkan kemewahan, hasil risetnya terhadap gaya hidup masyarakat Dubai yang memang memiliki paradigma glamor dan elegan.

“Nantinya, pada koleksi saya ini akan dihiasi aksesoris seperti swarovski, mutiara, beads. Setelan yang komplit dengan aksesorisnya. Saya angkat ada mendapatkan ide untuk mendesain ala Yunani dan headpieces di setiap look-nya. Kami buat sendiri,” jelasnya.

Decy juga berharap agar koleksinya yang memperkenalkan motif Toraja ini dapat diterima baik oleh masyarakat Dubai, “Iya, tentu saya berharap bukan hanya branding, tapi juga mendapatkan pasar dari segi bisnis,” tutupnya. (bic/wek/lin)

LEAVE A REPLY