Direktur Sriwijaya FC Muddai Maddang (baju putih) didampingi menejer , pemain dan pelatih. foto: gunawan tarigan

Laga klub PSIS Semarang melawan Sriwijya FC ternoda. Menyusul tindakan Sriwijaya FC yang tidak menerima kekalahan timnya, 0-1 dari PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (23/10) dengan alasan penyelenggaraan pertandingan tidak memenuhi syarat.

“Kami minta agar pertandingan kemarin dianulir. Kami tidak menerima hasil pertandingan tersebut karena penuh kecurangan. Saya sudah mengirim surat ke operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menganulir hasil pertandingan tersebut,” ujar Muddai Madang, Direktur Sriwijaya FC kepada media di Jakarta, Rabu (24/10).

Duel pekan ke-28 antara PSIS Semarang melawan Sriwijaya FC itu diduga ada kecurangan.
Muddai menyebut ada berapa kejanggalan seperti lampu stadion mati sampai tiga kali dan empat pemain andalan Sriwijaya yang tidak melakukan pelanggaran dikenai kartu kuning.

“Wasit benar-benar mengerjai kami. Empat pemain andalan kami dikenakan kartu kuning dan terpaksa tidak bisa tampil menghadapi Perserui pekan depan,” papar Muddai.

Kapten Sriwijaya FC Yu Hyun Koo menyindir wasit dengan menyebut, tim manapun tidak akan meraih kemenangan jika lawan PSIS di kandangnya. “Siapa yang tidak mau menang dalam setiap pertandingan, kami bermain baik. Tapi wasit berpihak, kalau begini, siapa pun tim yang main di sini tidak akan menang,” sindir Yu Hyun Koo.

Tindakan wasit yang tidak fair, lanjut Yu Hyn, dimana sepanjang pertandingan beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain PSIS Semarang dibiarkan begitu saja. Sementara pemain Sriwijaya yang memberikan beberapa sentuhan dan tidak masuk dalam kategori pelanggaran langsung mendapatkan ganjaran kartu merah.

“Termasuk Zalnando yang kemudian mendapatkan akumulasi kartu merah. “Saya dan teman-teman tidak bisa lagi bilang apa, namun apapun itu, kami tetap menghargai keputusan wasit dan menerima ini,” tutup Yu Hyun. (gun)

LEAVE A REPLY