Desainer Anne Avantie (pegang bunga) mendampingi Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan para model usai tampil melenggang di panggung JFW 2018. foto:JFW official

Desainer ternama Anne Avantie mengusung tema “Badai Pasti Berlalu” dalam keikutsertaannya di Jakarta Fashion Week 2018 (JFW). Peduli duka Palu, Donggala dan Lombok Anne tercermin pada karya ciptaannya yang diekspresikan ke dalam pagelaran busana Indonesia di Fashion Tent, Senayan City Jakarta Selatan, Selasa malam (23/10).

Malam itu Anne Avantie menghadirkan hasil karyanya, berupa kain tenun yang indah dengan berbagai corak yang mana dibuat tanpa mesin. Semua dibuat atas harapan dan agar duka Palu, Donggala dan Lombok segera berlalu.

Adapun karya ciptaan Anne Avantie sebanyak 50 yang berjalan di atas panggung. Untuk proses dan pengolahan kain tenun lombok, Anne Avantie juga terlibat secara langsung. Dari cara memintal helai demi helai serat putih yang kemudian mejadi benang. Sampai tercipta selembar kain tenun lombok dengan corak dan warna khas Nusantara.

Selain itu kain yang dihiasi dengan brokat, manik-manik, bordir, dan sulam, menjadi simbol harapan baru untuk semangat bangkit dari kedukaan. Melalui kain tenun yang indah ini Anne Avantie ingin menciptakan sebuah rasa cinta dan inspirasi serta kepedulian buat negeri tercinta Indonesia.

Dalam pagelaran itu hadir pula Ibu Susi Pudjiastuti, selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, ikut tampil dalam pagelaran busana ini. Ibu Susi mengenakan bustier hitam dan kain tenun yang dipadu padankan sepatu boots tinggi, turban dan kacamata hitam.

“Ini adalah salah satu bentuk penggalangan bantuan untuk memberikan 10 perahu kepada nelayan di Palu, Sigi dan Donggala agar mereka dapat kembali melaut. Terimakasih ibu Anne Avantie, atas bantuannya semoga dapat bermanfaat bagi nelayan disana yang membutuhkan,” kata ibu Susi. (mil)

LEAVE A REPLY