PT Japfa Comfeed Indonesia (JAPFA) memperoleh apresiasi dalam ajang Padmamitra Awards 2018 oleh Kementerian Sosial (KEMENSOS) dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial, bertempat di Jasmine Ballroom, Swiss Belhotel Mangga Besar (25/10).

Padmamitra Awards merupakan bentuk penghargaan dari Menteri Sosial RI kepada Badan Usaha yang telah berkontribusi dalam kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, guna mempercepat terwujudnya Indonesia Sejahtera pada tahun 2025.

“Kementerian sosial membutuhkan kerjasama dengan berbagai macam pihak, baik pemerintah maupun pelaku dalam dunia usaha. Kontribusi dari forum CSR dengan komunitas dunia usaha menjadi sangat penting,” ucap Agus Gumiwang, Menteri Sosial dalam pidatonya pada malam penyerahan penghargaan Padmamitra Awards, seperti dirilis Humas Japfa.

Sinergi ini, kata Agus, diharapkan dapat terus berlanjut untuk mencapai Indonesia Sejahtera 2025. Terdapat tujuh kategori yang diangkat dalam Padmamitra Awards, yaitu Kemiskinan, Keterlantaran, Disabilitas, Keterpencilan, Ketunaan Sosial, Korban Kekerasan dan Eksploitasi, serta kategori Bidang Penanganan Kebencanaan dimana kategori tersebut yang diterima oleh JAPFA.

JAPFA melalui program JAPFA Peduli, berkontribusi dalam aksi cepat tanggap atas penanggulangan bencana di Indonesia. “Berbagai bencana alam seperti banjir, gunung meletus, gempa dan tsunami terjadi hampir bersamaan di negeri ini,” ujar Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs JAPFA.

Melalui JAPFA Peduli, lanjut Rachmat, JAPFA menyalurkan bantuan sebagai bagian dari bentuk kepedulian sosial perusahaan. “Bantuan yang kami berikan mungkin tidak dapat dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang terdampak oleh bencana ini,” pukas Rachmat.

Sejak 2006, JAPFA telah turun langsung memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana hingga mendorong pembangunan di lokasi bencana melalui JAPFA Peduli. Pembangunan pasca bencana telah dilakukan di Aceh, Padang, dan Yogyakarta atas bencana gempa dan tsunami yang melanda beberapa tahun silam.

JAPFA membangun sekolah di lokasi bencana sebagai bentuk dukungan bagi kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan. Tidak hanya pembangunan pasca bencana, bantuan logistik juga dilakukan untuk membantu korban bencana yang masih berada dalam posko pengungsian seperti yang telah diberikan pada korban bencana di Sulawesi Tengah, Bali, dan Lombok.

Bantuan yang diberikan dapat berbeda di setiap lokasi sesuai kebutuhan agar tidak terjadinya penumpukan logistik. Hal tersebut dilakukan berdasarkan survey unit JAPFA di lapangan mengenai kebutuhan-kebutuhan korban di posko pengungsian. JAPFA ingin bantuan yang diberikan tepat sasaran sehingga semua bantuan dapat teralokasikan dan diterima dengan baik oleh para korban.

“Bantuan yang kami lakukan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dari pemenuhan gizi bagi korban bencana, hingga membangun sarana pendidikan untuk kedepannya dapat dimanfaatkan untuk kembali dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang terdampak,” tutup Rachmat.

Melalui JAPFA Peduli, JAPFA berkomitmen untuk dapat meringankan penderitaan korban bencana, hingga mendorong pembangunangunamencapaikesejahteraansesuaidenganvisiperusahaan “BerkembangMenujuKesejahteraanBersama”.

LEAVE A REPLY