Direktur utama PT PP Lukman Hidayat (ketiga dari kanan) bersama dengan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PP Agus Purbianto (ketiga dari kiri), Direktur Corporate Strategy & HCM M. Aprindy (kedua dari kanan), SVP SCM & IT Nawang Sri Retno (kedua dari kiri), SVP Strategi Korporasi Riset & Teknologi Ni Made Sasanti (kanan), SVP Corporate Secretary Agus Samuel Kana (kiri).foto: internet

PT PP, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi ini menyelenggarakan pameran alat-alat konstruksi digital dan PP Digital Construction Day International Conference & Workshop 2019 (DCD 2019) dengan mengusung tema Smart Construction in Digital Era di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa-Rabu (26-27/11/2019).

Kontraktor pelat merah ini optimistis tahun 2020 mendatang perseroan masih akan mampu mencatatkan pertumbuhan meski ada pemberlakuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, PSAK 72 dan PSAK 73 yang akan berdampak pada penyajian laporan keuangan sektor properti.

Terdapat tiga PSAK yang akan berlaku tahun depan yaitu PSAK 71 yang mengatur instrumen keuangan, PSAK 72 yang mengatur mengenai pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dan PSAK 73 mengatur mengenai sewa.

Meskipun belum sepakat mengenai Rencana kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020, namun PT PP memastikan pendapatan dan laba tidak akan tumbuh double digit. Ini karena perusahaan memprediksi sulit mencapai pertumbuhan double digit karena adanya Pernyataan Standard Akuntansi keuangan (PSAK) yang berlaku tahun depan.

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan, dengan PSAK tidak bisa double, berat. “Sekarang kan portofolio paling besar di properti, nah properti berpindah dari PSAK 44 ke PSAK 72. Portofolio kita high-rise, kalau tidak jadi gedung, tidak bisa dibukukan,” ujar Agus saat mendampingi Direktur utama PT PP Lukman Hidayat pada sesi keterangan wartawan.

Seperti diketahui, PSAK 72 mengubah cara pengakuan pendapatan kontrak tidak berdasarkan besaran uang muka yang sudah diterima. Pengakuan pendapatan bisa dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak atau pada titik tertentu.

Dengan syarat ada peningkatan nilai aset di sisi pelanggan, serta kesepakatan tahap pembayaran kontrak. Apabila tidak terpenuhi maka pendapatan kontrak baru bisa diakui saat terjadi penyerahan aset.

“Untuk itu, perusahaan menggeser strategi bisnisnya dari bangunan high-rise menjadi bangunan di atas tanah (landed). Kita mulai memasukkan apalagi kita persiapkan di ibu kota baru, ada beberapa mitra untuk persiapan nanti yang landed. Di Pulau Jawa juga ada beberapa,” ujarnya.

Direktur utama PTPP Lukman Hidayat mengamini. Kata dia, PTPP juga memasukkan faktor terkait proyeksi kinerja keuangan 2020 itu sehingga sampai sekarang ini pihaknya belum deal mengenai RKAP 2020. “Tetapi yang jelas, kinerja kami akan naik,” kata Lukman

Meski begitu, Lukman mengungkapkan bahwa pasca pemberlakuan PSAK 71, 72 dan 73 agak berat bagi perseroan untuk mencetak pertumbuhan double digit dari perolehan laba bersih 2019 yang sebelumnya diproyeksikan mencapai Rp1,5 triliun.

“Kami berharap, kondisi perekonomian Indonesia hingga tahun depan bisa melanjutkan tren membaik dan supaya kita jauh dari resesi. Kalau resesi, kita semua tidak mempunyai duit,” imbuhnya.

Direktur Strategi Korporasi & HCM PTPP M. Aprindy menyebutkan mengusung tema “Smart Construction in Digital Era” untuk turut berkontribusi dan berperan aktif dalam pengembangan konstruksi digital di Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun ke-66 PTPP. Selama 66 tahun perjalanannya, Perseroan memainkan peranan penting bagi perkembangan konstruksi Indonesia.

Memiliki visi untuk menjadi perusahaan konstruksi, Engineering, Procurement dan Construction (EPC), dan investasi yang unggul, bersinergi, dan berkelanjutan di Kawasaran Asia Tenggara, saat ini perseroan didukung tujuh lini bisnis yang terintegrasi. Mulai dari hulu, tengah sampai dengan hilir.

“Kegiatan ini merupakan acara kedua yang berhasil diselenggarakan perseroan. Mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN, Kementerian PUPR dan Kementerian Riset & Teknologi, acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada pelaku industri konstruksi akan pentingnya digitalisasi dan smart construction di era industri 4.0,” kata Aprindy.

Setelah sukses dan sebagai tindak lanjut atas respon positif PP DCD 2017, Perseroan kembali menggelar acara tersebut ditahun 2019 ini dengan lebih spesial dimana acaranya dilaksanakan selama dua hari.

Hari pertama merupakan konferensi internasional dan hari kedua akan diisi dengan lima seminar paralel. Acara tersebut diisi oleh para pembicara yang merupakan praktisi global terkemuka di bidang konstruksi dan teknologi digital dari dalam maupun luar negeri.

Pembicara yang hadir dalam acara konferensi dan seminar internasional ini merupakan para ahli dan para pelaku yang sudah memiliki pengalaman dalam penerapan teknologi digital di industri konstruksi, antara lain: Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, sejumlah perusahaan asing, Kementerian PUPR, Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, HPJI, Universitas Diponegoro, ITB, dan Kemenristek.

Peserta yang hadir berasal dari seluruh pemangku kepentingan konstruksi Indonesia, antara lain pemilik proyek, konsultan perencana, kontraktor, manufaktur, praktisi BIM, regulator konstruksi dan akademisi.

Selain itu, pada acara ini juga diumumkan pemenang kompetisi Digital Construction Hack 2019 yang telah diselenggarakan sebelumnya pada 16-17 November 2019 di Jakarta.

Perseroan juga menggelar Digital Construction Exhibition selama dua hari yang diisi oleh beragam perusahaan dan penyedia jasa terkait konstruksi digital di Indonesia. Beberapa perusahaan lokal dan asing hadir dalam kegiatan itu.

Perseroan juga berupaya untuk memulai gerakan kesadaran digitalisasi sebagai sendi dan cara kerja baru di dunia konstruksi Indonesia. Acara DCD 2019 ini merupakan sarana untuk melakukan sharing knowledge dan sebagai salah satu komitmen Perseroan untuk turut berperan aktif dalam pengembangan digital konstruksi di Indonesia. (lin)

LEAVE A REPLY