Para penyelenggara pameran Edutech usai member keterangan pada wartawan. Foto: istimewa

Revolusi industri 4.0 mendorong kurikulum pendidikan agar sesuai dengan dinamika digital. Internet of Thing (IoT), Artificial Intellegence, Bioteknologi serta perkembangan pesat lainnya merupakan hal yang tidak bisa dihindari.

Nah bagi Anda para guru, praktisi pendidikan, dan lembaga pendidikan bisa menghadiri “2th Indonesia Eductech Expo 2020” pada 6-9 Februari 2020 mendatang di Jakarta Convention Center, (JCC) Senayan, Jakarta Selatan.

Edutech Expo 2019 mengangkat tema Implementasi Teknologi Pendidikan 4.0, Menuju Digitalisasi Sekolah di Indonesia” ini diikuti lebih dari 200 pameran dan 30 ribu peserta yang terdiri dari siswa, lembaga pendidikan, guru dan praktisi pendidikan serta berbarengan dengan event Indonesia International Education & Training Expo ke -29.

Direktur PT Wahyu Promo Citra Sukur Sakka mengatakan, penyelengraan tahun kedua Indonesia Edutech Expo bertujuan menjadi forum bagi guru untuk mengenal, mengetahui dan dapat memanfaatkan produk teknologi pendidikan baik dalam bentuk hardware maupun software.

“Disamping menjadi forum bagi guru untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya seiring dengan kemajuan teknologi bidang pendidikan yang berkembang pesat,” ujar Suku Sakka pada wartawan saat sosialisasi, di kawasan Kebayoran, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Sukur Sakka menambahkan, pameran ini juga dapat menjadi barometer tentang perkembangan produk teknologi pendidikan di Indonesia. Serta referensi bagi stakeholder bidang pendidikan dalam menentukan kebijakan pemenuhan sarana prasarana sekolah dan meningkatkan kualitas belajar mengajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Kepala Pustekkom Kemendikbud Gogot Suharwoto mengatakan, dalam menghadapi revolusi industri 4.0 perlu adanya perubahan dalam kurikulum, siswa, guru, dan juga sekolah.

“Keempat sisi ini, harus kita siapkan. Dari sisi kurikulum, bagaimana menyiapkan anak-anak kita familiar dengan big data, contohnya bagaimana menggunakan ponsel pintar dan aplikasi lainnya,” katanya.

Kapus Pustekkom Kemendikbud juga menambahkan agar para guru juga harus bisa menginspirasi siswanya untuk mampu berbagi dengan siswa-siswa lain, supaya bisa berbagi terobosan dalam memahami materi pelajaran di sekolah.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso mengatakan, pihaknya  merespon baik hadirnya penyelenggaraan event kedua edutech expo kali ini. Pihaknya terjadi link & match antara dunia pendidikan dan industri teknologi informasi. “Kami juga dalam acara tersebut akan menampilkan mesin robotic. Tak hanya itu, dunia pendidikan harus menyesuaikan perkembangan dunia teknologi digital, baik secara software maupun hardware,” paparnya.

Kurikulum teknologi robotik perlu diterapkan di semua jenjang sekolah untuk menopang revolusi industri 4.0 di Indonesia. Dengan penguasaan terhadap teknologi robotik dan imajinasi yang luas, generasi kita akan mampu menjadi inventor alias penemu berbagai produk teknologi mutakhir khususnya dunia robotik,” katanya.

Aptiknas juga mengajak para vendor-vendor yang bergerak di bidang informasi teknologi ikut ambil bagian dalam pameran tersebut, karena ini pamerannya besar dan peluangnya juga besar.  (lin)

LEAVE A REPLY