(ki-ka) H MZ Hendra Caya, Ansori, Sahani Saleh, Tazbir Abdullah, Isyak Meirobie, Hermanto saat pembukaan Festival Tanjung Kelayang 2019. Foto: dita hastuti

Festival Tanjung Kelayang (FTK) digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung kedua kalinya. Berbagai kegiatan kesenian dan budaya yang sangat menarik ditampilkan dalam festival yang dipusatkan di Pantai Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung (Babel), 15–18 Nopember 2019.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, digelarnya Festival Tanjung Kelayang ke-2 ini sebagai bentuk pelestarian budaya. Banyak yang ditampilkan ini menunjukkan daerah kepulauan memiliki peradaban budaya bahari.

“Dengan adanya festival ini kembali ketitah nenek moyang kita sebagai seorang pelaut, potensi kekayaan laut ini kita manfaatkan secara optimal,” ujar Sahani saat Pembukaan Festival Tanjung Kelayang Jumat (15/11/2019).

Secara ekonomi, lanjut Sahani, bisa berkelanjutan dan secara otomatis menjaga kelestarian alam laut yang akan bisa mendatangkan banyak wisatawan.

Sahani didampingi Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie Staff Khusus Kementerian Pariwisata Bidang Percepatan Calender of Event Tazbir Abdullah, Pimpinan DPRD Kabupaten Belitung Ansori, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Hermanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menambahkan, program pengembangan pariwisata di Belitung, banyak yang sudah direncanakan tidak hanya menjual alam yang indah tapi kita juga menjual aktifiti dan juga seni budaya yang dipadukan ekonomi kreatif yang di dalamnya ada kuliner, UMKM dll.

“Jadi perlu adanya sinergitas dari semua komponen semua perlu diformulasikan. Mana sih yang tepat untuk Belitung dan tidak akan ada habisnya, kita akan terus berinovasi, berkreasi sehingga wisata Belitung tidak ada kata sudah selesai. Setiap tahun orang akan merindukan hal–hal yang baru,” imbuh Isyak Meirobie.

Kegiatan yang ditampilkan dalam Festival Tanjung Kelayang 2019 ini, lanjut Isyak, karena adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Semua unsur bisa saling bersinergi, Dinas pariwisata Kabupaten Belitung banyak bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan adanya lomba lukis, dan menggambar.

Kemudian adanya pelepasan tukik penyu dari Dinas Perikanan dan Kelautan, adanya Expo KUKM dari Dinas Kemenkop, bursa tenaga kerja dari Dinas Tenaga Kerja, dari Kominfo dan juga bekerja sama dengan Kecamatan Sijuk dalam Pekan Wisata Sijuk, pelaku-pelaku wisata dari perwakilan daerah dari tim seni Bali.

“Depok juga turut menyemarakkan, selain itu ada juga peninjau-peninjau dari Kabupaten Jayapura, Bandung dan Bontang. Tim kesenian Depok dan Bali menampilkan parade budaya,” ujar Isyak, mantan aktivis mahasiswa 1998.

Ini menarik daerah-daerah lain, kata dia, diharapkan ini bisa menjadi wadah berkumpulnya, dari daerah manapun bisa mempromosikan daerahnya. “Belitung akan kami angkat juga sebagai salah satu jalur sutera, jalur rempah. Ini akan melibatkan berbagai wilayah di Indonesia. Bisa memanfaatkan berbagai daerah dan memberikan ruang untuk berpromosi,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Hermanto mengatakan, pihaknya ingin event kali ini memperkuat ikon atau branding Tanjung Kelayang. Baik sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sebagai 10 Destinasi Prioritas Pariwisata (DPP), maupun sebagai geosite dalam geopark Belitung.

“Dengan adanya event Festival Tanjung Kelayang kita memberikan warna kepada Tanjung Kelayang. Kita upayakan ini akan menjadi eventnya Belitung, bukan eventya dinas pariwisata,” ujar Hermanto.

Target tidak terlalu muluk-muluk, lanjut Hermanto, berharap lebih pada kualitas, supaya Belitung tetap terjaga. “Meskipun sedikit tapi tetap berkualitas, agar peningkatan pariwisata kita tetap terjaga,” tutup Hermanto. (dit)

LEAVE A REPLY