Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo (kanan) dan Direktur Pembiyaan Syariah Jaenal Aripin (kiri) . foto: internet

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) terus melakukan upaya strategis dalam mengakselerasi lembaga pembiyaan dan pemberdayaan KUMKM di Indonesia, khususnya pembiyaan pola syariah.

Upaya untuk mencapai tujuan tersebut badan bentukkan Kementerian Koperasi dan UKM, melalui Direktorat Pembiyaan Syariah akan menyelenggarakan even bertajuk, Indonesia Syariah Fair (INSYAF), 27-29 November 2018.

Direktur Pembiyaan Syariah Jaenal Aripin mengatakan, INSYAF fokus pada arah baru keuangan syariah yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha mikro dan mendorong munculya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang berfungsi melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha skala mikro dan kecil.

“Anggapan lembaga keuangan syariah lebih banyak mengarah pada pembiyaan sektor usaha menengah ke atas. Maka even ini diharapkan khususnya bank terbuka bagi pengusaha dari berbagai level, termasuk usaha mikro,” ujar Jaenal di Jakarta Selatan, Senin (10/9).

Para usaha mikro selama ini, lanjut Jaenal, belum banyak menikmati bantuan pinjaman dari lembaga keuangan bisa terfasilitasi. Mengingat secara kuantitas pengusaha mikro menempati jumlah terbesar dari skala usaha yang ada di Indonesia. “Bila kebutuhan permodalan bisa terlayani oleh lembaga keuangan. Nilai positifnya, lembaga keuangan lebih muda diakses oleh¬† masyarakat dari seluruh kalangan,” imbuhnya.

Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi akselerator untuk menumbuhkan pengembangan UMKM. Acara ini dikemas dalam kreatifitas dan bersifat edukatif, sehingga peserta maupun pegunjung memperoleh manfaat yang maksimal.

“Even ini menampilkan produk pembiyaan syariah dan produk produk halal, harapannya even ini menjadi rujukan atau tempat bertemunya berbagai pihak yang terkait pola pembiyaan syariah,” harap Bram. (lin)

LEAVE A REPLY