Stadion GBK Senayan penuh sesak jutaan pendukung Prabowo Sandi dalam kampanye akbar, Minggu (7/4). foto: WAG Kahmi Cilosari 17

Pesan berantai dari seorang pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno bernama Azwar Siregar tidak hanya melalui media sosial (medsos) whatsapp (WA), tapi ada di facebook, twitter melalui link berita media online Islam, dan instagram tentang bikin Bank baru.

Azwar mengutip dengan menyimpulkan ide bikin bank oleh pendukung Prabowo-Sandi. Pesan itu berupa ide pembentukan bank bagi seluruh pendukung calon presiden dan wakil presiden (capres cawapres) nomor urut 02 Prabowo Sandi. Ide dalam pesan berantai itu diberi judul BPN=Bank Pembangunan Nasional. Pesan ini pun direspon positif dengan tambahan komentar dukungan.

“Saya tertarik dengan ide para netizens agar Pak Prabowo dan Sepupuku, Sandiaga Uno mendirikan Bank khusus untuk membantu ekonomi rakyat dan umat,” tulis Azwar Siregar dalam pesan berantai berupa opininya, Jumat (28/6/2019).

Netizens di twitter, lanjut Azwar, sedang ramai membahas masalah ini. “Saya sangat setuju. Kalau bisa namanya: BPN, untuk mengingatkan kita tentang perjuangan Adil dan Makmur untuk Indonesia. Saya yakin 65 juta rakyat Indonesia akan siap membesarkan bank tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia bahkan untuk Asia,” imbuh Azwar.

“Setahu saya, rata-rata pendukung Prabowo-Sandi justru berada di kelas ekonomi menengah-atas. Jadi dalam waktu singkat, bisa saja BPN akan mengalahkan Bank BUMN dan Bank Swasta dan menjadi Bank Nomor satu di Indonesia,” cetusnya.

Dengan adanya BPN, lanjut Azwar, cita-cita Prabowo-Sandi untuk memakmurkan rakyat Indonesia bisa terealisasi tanpa harus lewat jalan politik (Jadi Presiden dan Wakil Presiden). Bahkan ke depan, andai rezim sekarang kolaps karena kebanyakan hutang dan tidak mampu membayarnya, BPN bisa saja “membeli” Indonesia daripada “digadaikan” atau malah “terjual” ke Asing.

“Kalau Ucup aja yang mengandalkan sedekah dari umat berani bermimpi besar. Kenapa tidak dengan Pak Prabowo dan Sandi yang memang sudah memiliki modal dan pendukung besar? Pendukungnya, pendukung real loh…. Jadi menurut saya ide ini sangat menarik. Bagaimana menurut toean dan poean ?” tulis Azwar mengakhir.

Adapun respon positif dukungan pendirian bank BPN itu muncul dari anggota WA Grup Relawan Prabowo-Sandi. “Kabar Gembira by.wiradeptstore. Tolong sampaikan. Ke Prabowo Sandi. Tolong salurkan UANG KAMI (Pendukung 02). Ide bikin Bank, Market Place Online Shop, hymart, ritel & saham di seluruh Indonesia,” tulis tambahan pada anggota WA Grup sebelumnya dia juga meneruskan kembali pesannya itu.

Langkah Awal Bank Dahulu, Jika Sukses, Next Ide Berikutnya. “Ide Keren! Pendukung 02 Usul Prabowo-Sandi Bikin Bank Baru Untuk Para Pendukungnya. [Bank dll tetep bisa untuk umum],” imbuh pesan anggota tersebut.

Sementara itu ada pesan berantai itu ditambahkan lagi oleh pemilik WA pribadi. “Pasca putusan MK yang menolak gugatan Prabowo-Sandi, bukan berarti sudah selesai semuanya. Partai Koalisi boleh bubar, namun para Pendukung Sejati 02 tidak akan berakhir,” tulisnya.

Bahkan sudah banyak muncul ide-ide dari para grassroot pendukung 02, lanjut pesan itu, untuk melanjutkan perjuangan. “Salah satu ide yang menarik adalah membuat bank baru yang mengimpun nasabah dari jutaan pendukung 02.”

“Andaikan @prabowo atau @sandiuno bikin bank baru, dan seluruh pemilihnya di Indonesia simpan uang di bank tersebut.. Pasti keren..,” tulis akun @selvydante di twitter tadi malam,” kutip pemilik nomor WA pribadi itu.

Lontaran ide ini disambut positif para pendukung 02. “Ide yang sangat keren.. Pak @prabowo dan bang @sandiuno direspon dong.. 60 juta lebih siap jadi nasabah setia nih,” ujar @Suryo32085533.

“Setuju…apalagi Bank Wakaf sdh diluncurkan oleh bang sandi, mari kita dukung,” komen @iirkoe_.

“Ide menarik. Bank Swasta milik @prabowo dan @sandiuno. Insya Allah, 67 jutaan nasabah setia menabung. Usul namanya Bank Adil Makmur RI,” kata @RudyBangun4.

“Saya siap migrasi semua kegiatan keuangan ke bank tsb, brilliant idea!!!” timpal @Apina09514060.

Terkait itu, ada anggota WA Grup yang berkomentar lain. #PeoplePower Rush Money. Gerakan dimulai 1 Juli 2019. “Saat Para Pegawai gajian. Marilah bersama2 menuju kantor2 bank di dekat tempat anda,” tulisnya di postingan anggota WA lain.

  1. Ambil tabungan anda sedikit2 (lakukan tiap hari sampai habis)
  2. Kalo gak punya tabungan pura2 ingin menabung antri di costumer service.
  3. Bikin antrian sepanjang mungkin hingga menumpuk di kantor2 bank tiap hari (kayak aksi demo). Duduk2 aja didepan bank juga boleh biar depan kantor bank ramai orang.
  4. Tiap pagi Parkir motor/mobil di bank2 terdekat. Biar parkiran kelihatan penuh.
  5. Arahkan pengemis/pengamen/pedagang asongan ke depan kantor bank. (Buat rame seperti pasar malam)

Efek yg akan timbul.

  1. Dana uang cash diperbankan mulai susut.
  2. Orang2 yg cuek/apatis thdp negeri ini akan panik melihat kantor2 bank penuh dg keramian orang2 rush money.
  3. Para cebong2 pun pasti akan ikut antri dibank2.
  4. Ekonomi tdk terkendali.
  5. Puncaknya cebong2 pun akan ikut teriak #GantiPresiden

@RevolusiIndonesia.

Di WA Grup Relawan Prabowo Sandi lainnya menulis tambahan komen @RevolusiIndonesia. “Gerakan tarik uang di Bank (Rush Money) dan jangan bayar pajak atau retribusi lainnya. Dan borong mata uang asing.

“Kan selama ini pendapatan pemerintah hanya dari pembayaran pajak dan bunga Bank BI. Dari eksport dan import 0. Kalau gerakan ini dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia maka akan dahsyat dampaknya bagi roda pemerintahan,” tulisnya.

Seperti diberitakan, Koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi bubar. Keputusan itu diambil usai Prabowo menggelar rapat internal bersama pimpinan parpol koalisinya (PKS, PAN, Gerindra, Berkarya, dan Demokra) untuk menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatannya.

“Koalisi yang mengusung pasangan presiden dan calon presiden di dalam pemilu presiden ini, 17 April lalu tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai. Oleh karena itu sejak hari ini beliau menyampaikan terima kasih, dan Koalisi Adil dan Makmur selesai,” ujar Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat jumpa pers di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Tak hanya koalisi, Muzani mengatakan, per hari ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga juga berakhir. “Begitu juga dengan BPN Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi selesai,” katanya.

Keputusan itu diambil lantaran putusan MK bersifat final dan mengikat. Karena itu, Prabowo menyerahkan langkah politik selanjutnya kepada masing-masing partpol yang mengusung dia dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“MK sudah mengambil keputusan final dan mengikat seperti yang sudah kita tau bersama, oleh karena itu mandat yang diberikan kepada partai sebagai Paslon presiden dan wakil presiden hari ini dikembalikan pada partai masing-masing,” ujar didampingi Sekjen masing-masing partai koalisi.

“Selanjutnya Pak Prabowo menyerahkan keputusan politik kepada pertimbangan partai masing-masing, tentu semua partai memiliki pertimbangan dan jalan pikir yang tentu saja tidak bisa kita intervensi satu sama lain. Oleh karena itu beliau menghormati semua dan mempersilakan parpol untuk mengambil keputusan parpolnya masing-masing,” imbuh dia.

Kendati demikian, Muzani mengatakan Prabowo tetap terus mengharapkan komunikasi selalu terjalin di antara Gerindra, PAN, PKS, Demokrat dan Berkarya. Mengingat perjuangan yang bersama-sama dilakukan selama Pilpres 2019.

“Pak Prabowo merasa perjuangan ini belum selesai, kesadaran untuk menyelamatkan bangsa harus disadari, kesadaran untuk membangkitkan bangsa dan negara terus dipupuk, karena ini menjadi kesadaran bersama yang sudah hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, apa yang dikatakan MK adalah atau step dan kita berharap ada satu step-step berikutnya untuk membangkitkan kembali perjuangan kita di berbagai macam forum dan forum lainya. Oleh karena itu beliau berharap hubungan sudah yang terjalin ini akan diharapkan akan terus menjadi komunikasi,” tutur Muzani. (net/lin)

 

sumber: detik.com/KAHMI Cilosari 17/Garuda Perkasa Nasional/DPP Sesindo

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY