Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (kiri) mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto (dua kanan) ditemani oleh Ketua Dewan Pengawas Perum Jamkrindo Sri Mulyanto (kanan) dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno (tengah) saat melakukan kunjungan ke booth Jamkrindo di Indonesia Bussiness and Development Expo (IBD Expo) atau Pameran Bisnis dan Pembangunan Indonesia milik BUMN di Kota Surabaya Rabu, 3 Oktober 2018. foto: dok humas Jamkrindo

Perum Jamkrindo tampil memesona dalam Indonesia Bussiness and Development (IBD) Expo atau pameran bisnis dan pembangunan Indonesia milik BUMN yang merupakan kalender kegiatan tahunan di Surabaya sebagai tuan rumah, tanggal 3-6 Oktober 2018.

Perhelatan akbar yang diikuti lebih dari 100 BUMN dan korporasi nasional/multinasional dibuka Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (3/10). Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Pengawas Jamkrindo Sri Mulyanto bersama Dirut Jamkrindo Randi Anto ikut hadir.

Kementerian BUMN bersama klaster media BUMN yang tergabung dalam National Publishing and News Corporation (NPNC) menggambil tema “Tak Henti Membangun Negeri”.  Kegiatan ini merupakan gerbang informasi bisnis dan pembangunan Indonesia yang tidak sekadar melalui pameran, tapi juga seminar, talk show, BUMN Talks, BUMN Carrier Opportunity, pemecahan rekor MURI, Rumah Kreatif BUMN, Rumah Pangan Kita, Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Festival Kopi Nusantara, pemberian penghargaan-penghargaan dan juga hiburan.

Jamkrindo menyajikan berbagai kegiatan yang menarik di booth Jamkrindo Lantai 1 kavling C31 area Pameran di Grand City Surabaya. Adapun kegiatan di booth Jamkrindo selama pameran diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik para pengunjung untuk singgah dan terlibat dalam kegiatan yang sudah disediakan seperti  Mini Talk Show ‘Scale Up Pelaku Usaha Juara’ & Fun Games, Mini Talk Show ‘Jadi Pengusaha Di Usia Muda, Siapa Takut’ & Gun Games, Sosialisasi UMKM & Fun Games serta sajian  Live Musik.

Dirut Jamkrindo Randi Anto mengungkapkan, pihaknya berupaya melahirkan para pengusaha muda yang memulai usaha rintisan (start up). Kita lebih mendorong agar generasi muda untuk berwiraswasta. “Kami bisa mendukung dengan penjaminan kredit,” kata Randi dalam rilis Humas Jamkrindo.

Upaya melahirkan start up yang berkualitas, nilai Randi Anto, tidak hanya pada even IBD Expo saja. Sejak awal tahun ini, pihaknya sudah berburu mahasiswa berprestasi dalam bidang start up. Jamkrindo terjun langsung ke kampus-kampus untuk menyeleksi mahasiswa.

Kontribusi Jamkrindo tidak hanya membina start up tapi juga ikut memberi penjaminan permodalan. ”Nah, yang terbaru tentu inovasi kami sekarang bekerjasama dengan fintech untuk mendapatkan start up terbaik,” kata Randi.

Sebagai satu-satunya BUMN di bidang penjaminan, Jamkrindo mendukung perkembangan perekonomian nasional dengan melakukan penjaminan kredit UMKMK. Pada 2018, Jamkrindo menargetkan volume penjaminan kredit mencapai Rp 156 triliun.

“Kami memiliki fungsi utama untuk menjembatani UMKMK yang mempunyai usaha layak, tetapi belum memenuhi persyaratan teknis perbankan, khususnya pemenuhan agunan sehingga UMKMK tersebut dapat memperoleh akses keuangan,” lanjut Randi.

Jamkrindo juga terus berupaya meningkatkan kinerja melalui berbagai inisiatif strategis serta berkomitmen memperluas pasar penjaminan dengan membuka kerja sama baru kepada perbankan maupun nonperbankan. Juga dilakukan kajian-kajian strategis menciptakan produk penjaminan sesuai dengan yang ditawarkan oleh bank/nonbank.

Darmin meminta dunia usaha berperan aktif untuk bersama-sama membatu pemerintah untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Darmin mengakui, saat ini perkembangan dan kiprah BUMN semakin bagus, sehingga benar-benar akan memegang peran sebagai agen pembangunan di Indonesia.

”Saya juga mendengar bahwa BUMN sekarang yang merugi semakin sedikit, sehingga sangat bagus,” kata Darmin.

Darmin berpesan agar BUMN dan badan usaha lainnya agar turut bersinergi membangun negeri sehingga tidak tercecer dalam persaingan dengan negara lain. Menurutnya, terdapat dua hal yang harus dilakukan untuk mengembangkan BUMN ini, yaitu ikut merumuskan investasi dan melakukan ekspor serta perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi.

”Perjuangan yang dilakukan untuk menghadapi dinamika ekonomi dunia dengan mempersiapkan diri berinvestasi, kemudian mengekspor. Sedangkan, di pendidikan vokasi diharapkan BUMN ikut terlibat dengan pemikiran konseptual di tingkat kementerian,” ujarnya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Jamkrindo telah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan logistik bagi para korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu.  Bantuan yang diserahkan seperti kebutuhan pokok seperti sembako, air mineral, biskuit, kebutuhan sandang seperti selimut, sarung, pembalut wanita, dan diapers bayi.

Selain mengupayakan pengiriman bantuan untuk masyarakat umum, Insan Jamkrindo mengambil inisiatif penggalangan dana mandiri. Inisiatif tersebut murni dilakukan untuk membantu para karyawan dan masyarakat umum yang terkena dampak bencana.”Tentunya inisiatif-inisiatif semacam ini sangat kami dukung untuk memupuk solidaritas antar pegawai,” ujar Randi.

Jamkrindo termasuk yang terkena dampak gempa dan tsunami di Palu. Selain kerusakan bangunan Kantor Cabang Palu, beberapa rumah pegawai rusak parah. Setelah sempat hilang kontak sesaat setelah gempa dan tsunami, akhirnya seluruh pegawai bisa terkonfirmasi dalam keadaan aman.

”Kami akan terus mengusahakan yang terbaik bagi segenap insan Perum Jamkrindo yang berada di area terdampak,” ujar Randi. (lin)

LEAVE A REPLY