Sapi hewan kurban yang disalurkan Dompet Dhuafa ke pelosok daerah. foto: Humas DD

Dompet Dhuafa telah mengimpun hewan kurban sebanyak 22.300 ekor dari seluruh Indonesia. Dibanding tahun lalu, hari pertama penyembelihan, angka ini naik 27%. Tahun lalu hingga hari terakhir tasyrik Dompet Dhuafa menerima 18.558 ribu ekor.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg. Imam Rulyawan mengatakan, progress pengimpunan kurban secara nasional hingga Minggu siang (11/8/2019) sebesar 20% dibanding tahun lalu.

Berdasarkan data distribusi yang dihimpun tim Dompet Dhuafa, lanjut Imam, sebaran alokasi daging kurban hingga ke Penerima Manfaat melingkupi 25 Provinsi di Nusantara dan 5 negara yang mengalami konflik kemanusiaan.

Seperti Palestina, Myanmar, Kamboja, Vietnam dan Filipina. “Untuk di dalam negeri, kami juga melakukan penyebaran pada berbagai daerah yang terdampak akibat bencana yaitu: Palu, Lombok, Konawe, Banten,  dan Halmahera,” imbuh Imam dirilis Humas Dompet Dhuafa.

Jika dibanding sebaran tahun lalu, pelaksanaan tahun ini mengalami penambahan 2 provinsi di dalam negeri, dimana pada realisasi tahun lalu, kita mendistribusikannya ke 23 provinsi.

Sumber pengadaan hewan kurban Dompet Dhuafa adala para mitra yang merupakan hasil dari pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan telah melewati tahapan seleksi, serta pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa.

“Kemudian, satu hal yang menjadi terobosan pelaksanaan program kurban tahun ini adalah kami meniadakan pemakaian wadah plastik sebagai kemasan distribusi dan menggantinya dengan bahan-bahan yang alami, sehingga lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Bahan-bahan ini, terang dia, adalah besek bambu, keranjang bambu, krengsong bambu, daun jati, daun pisang, daun pandan dan lain-lain.  “Hal ini sebagai upaya kami untuk mengurangi penyebaran limbah plastik yang dapat merusak lingkungan,” tutupnya. (lin)

LEAVE A REPLY