Pemerintah Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Pasaraya Pride of Indonesia, menggelar pameran Tribute To Batik Indonesia bertajuk The Art Of Rembang. foto: internet

Memeriahkan Hari Batik Nasional, pusat belanja PASARAYA menggelar acara tahunan bertajuk, Tribute to Batik Indonesia yang akan berakhir 31 Oktober 2018 nanti. Istimewanya, tahun ini PASARAYA khusus mengangkat tema The Art of Rembang dengan menghadirkan 60 booth bazaar dan pameran ragam produk unggulan khas Rembang seperti Batik Tulis Lasem, Kerajinan dari Kulit Ikan Pari, Rajut, dan produk hasil karya UKM lainnya.

Pengunjung akan merasakan ambience yang berbeda dengan adanya balutan ornamen dekorasi bamboo yang mendominasi area lantai dasar Gedung A, B dan Conneting Area PASARAYA.

Opening Ceremony dilakukan secara resmi tanggal 5 Oktober 2018 di Main Atrium-Ground Floor B yang dihadiri oleh H. Abdul Hafidz, S. Pdl (Bupati Rembang), H. Bayu Andrianto (Wakil Bupati Rembang), Medina Latief Harjani (CEO PASARAYA), Dona Latief, jajaran Pemerintah Kabupaten Rembang, dan beberapa pendukung acara seperti Poppy Dharsono, Chintami Atmanagara, Dina Lorenza, Inggrid Kanzil, dan lain-lain.

Acara pembukaan ini turut dimeriahkan Tari Betawi Anak, Sendratari Tiga Warna Rembang dan Live Acoustic Music, kemudian dilanjutkan makan malam bersama. Dalam acara ini juga diserahkan bantuan booth dari Pemerintah Kabupaten Rembang bagi Pengrajin Korban Bencana Lombok dan Disabilitas.

“PASARAYA-The Pride of Indonesia sebagai pelopor Pasar Batik Modern yang Pertama dan Terbesar di Indonesia dimana selama hampir 45 tahun kami terus konsisten dengan core bisnis Batik & Handicraft yang menjadi signature of PASARAYA, terus mengikuti perkembangan zaman saat ini. PASARAYA terus tumbuh mengikuti permintaan pasar dimana saat ini kaum muda milenial kreatif menjadi sasaran utama kami,” ujar Medina Latief Harjani selaku CEO PASARAYA.

PASARAYA yang selalu banggakan Indonesia, lanjut Medina, kerap memberikan warna dalam memeriahkan dan mendukung industri kreatif dari produsen pengrajin kecil dan menengah di seluruh pelosok Nusantara, serta turut memajukan kancah industri kreatif fashion, khususnya Batik dan Handicraft.

Kabupaten Rembang yang dikenal sebagai Kota-nya R.A Kartini menyimpan banyak potensi, khususnya sektor industri kerajinan dan budaya yang menarik. Kerajinan Batik Tulis Lasem yang berada di hampir seluruh wilayah Kecamatan Lasem hingga saat ini memiliki lebih dari 80 Pengrajin Batik Tulis Lasem dengan jumlah pembatik lebih dari 4.000 orang.

Keunggulan Batik Tulis Lasem ada pada corak, motif maupun warna yang semuanya dibuat melalui proses pekerjaan tangan (handmade) yang tentunya membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan khusus. Berbagai jenis Batik Tulis Lasem diantaranya adalah Kedhono-Kedhini, Tiga Negeri, Empat Negeri, Sekar Jagad, Latohan, Es Teh, Esuk-Sore, Gunung Ringgit, Lokcan dan masih banyak lagi lainnya.

Sementara Kerajinan dari Kulit Ikan Pari saat ini pemasarannya sudah meluas di berbagai daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang dan Bali, bahkan tembus ke Malaysia, Singapura, Cina dan Jerman.  Kerajinan Kulit Ikan Pari memiliki keistimewaan unik; mewah, tahan lama dan halus. Produk yang dihasilkan seperti gantungan kunci, tas jinjing, ikat pinggang, tas, dan sepatu.

“Saya merasa berbahagia karena Kabupaten Rembang mendapat kesempatan untuk menampikan produk-produk unggulan ekonomi kreatif dan produk kriya ke luar daerah. Semoga melalui kegiatan ini, dapat diperkenalkan produk-produk unggulan Rembang ke seluruh tanah air, hingga produk Rembang akan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ungkap Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz.

Selama 30 hari, pusat perbelanjaan yang menjadi destinasi baru bagi anak muda kreatif untuk hangout ini juga menyajikan banyak kegiatan menarik lainnya yaitu Lomba Menggambar dan Mewarnai Batik (13/10), Kompetisi Tari Modern-Kostum Batik (20/10), Lomba Menyanyi Lagu DaerahKostum Batik (27/10), Workshop, Talkshow, dan Fashion Show sepanjang periode event berlangsung.

Selain itu, PASARAYA juga menggelar “Festival Kuliner Etnik Nusantara” di Lower Ground A yang menyajikan 15 booth kuliner asli Indonesia. Untuk program promo in-store, PASARAYA memberikan diskon khusus 40% untuk semua Batik dan Handicraft yang berada di lantai 1 A&B mulai 5-14 Oktober 2018.

Hal menarik lainnya, pengunjung dapat melihat langsung beberapa properti asli milik R. A. Kartini yang dipamerkan di Ground Floor B-PASARAYA, yang didatangkan langsung dari Museum R. A. Kartini Rembang.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Rembang, Pesona Indonesia, Dekranasda Rembang, PT Semen Gresik Indonesia, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Gallery Batik Tissa, Griya Batik Gaya, ARSSCARF, Batik Wastra, Lurikoe, [b] by Irawan, Poppy Dharsono Boutique, Poppy Dharsono Cosmetics, Chintami Atmanagara, Medina Zein Boutique, Pasaraya Store, Italian Fashion School (IFS), Rembang Creative Community Network (RCCN), Orkando Chandra, Dharmakara, Ibadah Community, Fresh Talent, BATIK Café & Lounge, Ambahara Hotel.

Diharapkan dari rangkaian kegiatan acara ini, masyarakat luas maupun khususnya pengunjung PASARAYA akan semakin mengenal lebih mendalam dan mencintai Batik Indonesia, sebagai warisan asli budaya Indonesia. (lin)

LEAVE A REPLY