Sekretaris Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro saat memberikan keterangan kesiapan angkutan lebaran Pelni. Foto: republika.co.id

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan melayani sekitar 625.599 penumpang pada periode mudik Lebaran tahun ini. Angka tersebut meningkat 3,5% dari tahun sebelumnya yang hanya 604.202 penumpang.

Untuk itu, perusahaan transfortasi laut pelat merah ini telah siap melaksanakan angkutan Lebaran dengan kapal laut mulai 21 Mei – 20 Juni 2019. Pelni membagi tiga wilayah angkutan lebaran 2019.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, itu wilayah barat, tengah, dan timur. Pelni juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu bepergian sesuai dengan ketersediaan tiket pada momen angkutan lebaran 2019.

“Prediksi kenaikan penumpang pada Lebaran tahun ini sebesar 3,5% dibanding realisasi tahun 2018 dari 604.202 menjadi 625.599 pelanggan. Meski terjadi kenaikan jumlah pelanggan, Pelni tidak menambah armada,” kata Yahya dalam buka puasa bersama media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam (16/5).

Tapi Pelni, kata Yahya, akan menambah frekuensi atau perjalanan kapal pada ruas-ruas prioritas di daerah kantong-kantong penumpang. Ruas kantong-kantong penumpang meliputi tiga wilayah pelayanan tadi.

Pertama, wilayah barat di antaranya ruas Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Sampit-Surabaya, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, dan Batam-Tanjung Priok. “Di wilayah barat, Pelni akan mengoperasikan enam frekuensi reguler, 21 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 27 frekuensi,” ujarnya.

Di wilayah tengah terdiri dati ruas Balikpapan-Surabaya, Makasar-Bima, Tarakan-Parepare, Nunukan-Parepare, dan Makasar-Labuan Bajo. Kemudian Baubau-Makasar, Kupang-Lewoleba, Balikpapan-Makasar, Bontang-Awarange, Kupang-Makasar, Makasar-Maumere, dan Ambon-Baubau.

Di wilayah tengah, Yahya menerangkan, Pelni mengoperasikan 32 frekuensi reguler dan 15 frekuensi tambahan. Totalnya ada 47  keberangkatan. Kemudian di wilayah timur terdiri dari ruas Ambon-Bandaneira, Manokwari-Sorong, Jayapura-Biak, Sorong-Manokwari, Manokwari-Biak, Ambon-Tual, dan Biak-Makowari.

Di wilayah timur, Pelni mengoperasikan 23 frekuensi reguler dan delapan frekuensi tambahan, totalnya menjadi 31 frekuensi keberangkatan. “Dari tiga wilayah ada 61 frekuensi reguler, 44 frekuensi tambahan yang totalnya 105 keberangkatan,” jelasnya.

Pelni, kata dia, tidak melakukan penambahan armada, namun hanya menambah frekuensi di beberapa lokasi yang terjadi lonjakan jumlah penumpang. Tiket kapal penumpang Pelni di sejumlah rute sudah habis untuk keberangkatan mulai H-5 Lebaran.

Rute yang tiketnya sudah habis, rinci dia, Makassar ke beberapa kota dan Balikpapan-Surabaya. Menurut dia, calon penumpang banyak yang membeli jauh-jauh hari. Pelni sebelumnya membuka penjualan tiket mulai 21 April.

“Kalau dulu, mereka datang sudah mendekati hari H, dua atau tiga hari sebelum keberangkatan, baru beli. Tahun ini beda. Tiket masih tersedia untuk keberangkatan sebelum H-5. Pelni mengimbau agar calon penumpang membeli tiket jauh sebelum tanggal keberangkatan itu,” ujarnya.

Pelni mengatakan, sejak awal tahun ini, jumlah penumpang kapal Pelni secara bulanan naik 38% dari angka bulanan 2018.  “Secara umum kami belum menghitung apakah mereka penumpang pesawat yang beralih atau ada layanan yang kami perbaiki,” bebernya.

Pada Lebaran tahun ini, trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 pax atau seat per hari. PELNI juga melayani 46 kapal trayek perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari. (lin)

LEAVE A REPLY