Menhan Prabowo Subianto di tangga Istana Kepresidenan Jakarta usai diperkenalkan Presiden Jokowi sebelum dilantik siangnya. foto: internet

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra SufmiDasco Ahmad mengatakan, partainya bersyukur terkait survei Indo Barometer yang menyebut bahwa Prabowo menjadi menteri yang paling populer dan berkinerja baik.

semarak.co -“Perlu diketahui yang dilakukan Prabowo adalah menjalankan visi dari pemerintahan, yaitu dari Presiden Jokowi mengenai pertahanan keamanan,” kata Dasco di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Pernyataan Dasco tersebut mengomentari hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menempati posisi teratas dari deretan 10 menteri yang paling dikenal publik.

Prabowo, kata Dasco, dalam setiap rapat kabinet maupun terbatas yang dilakukannya selalu dikoordinasikan dengan Jokowi dan apa yang dilakukan juga selalu meminta arahan dari Presiden.

Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, Prabowo akan menunjukkan kepada publik bahwa apa yang disampaikan pada saat kampanye, itu yang akan dilakukan ketika menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.

“Konsep-konsep pertahanan dan keamanan yang diberikan Gerindra kepada pemerintah dan diterima, itu dijalankan sepenuh hati Prabowo, sehingga hasilnya seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, menurut Dasco, Gerindra menyambut gembira hasil survei yang menyebutkan bahwa Prabowo adalah menteri paling populer dan dianggap kinerjanya paling baik.

Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan menegaskan bahwa Jokowi berhasil menempatkan orang di posisi terbaik. “Itu artinya Presiden Jokowi orang yang tepat menempatkan orang. Artinya, the right man on the right place,” kata Trimedya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, kalau kabinet Indonesia Maju berhasil ataupun berkinerja buruk maka yang terkena dampaknya adalah Presiden Jokowi. Karena itu dia menilai sangat wajar Presiden memilih orang yang yang terbaik untuk ditempatkan di posisi yang pas sehingga berkinerja baik.

“Kalau kabinet ini berhasil, yang punya nama adalah Presiden Jokowi bukan kabinet Prabowo. Lalu kalau kabinet ini kerjanya tidak bagus, yang (namanya) jelek adalah Presiden Jokowi,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada awalnya banyak pihak yang sinis mengapa Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, namun saat ini terjawab pelan-pelan. Namun dia berharap kinerja baik Menhan itu tidak hanya dalam 100 hari pertama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf namun hingga akhir masa pemerintahan.

“Mudah-mudahan saja ini bukan hanya 100 hari tetapi sampai ya minimal tahun keempat lah. Kalau sudah mau tahun keempat dan ke lima kan biasanya turbulensi politiknya tinggi nanti,” katanya.

Seperti diketahui, lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menempati di posisi teratas dari deretan 10 menteri yang paling dikenal publik.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menyebutkan Prabowo mendapatkan 18,4 persen, disusul Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (10,6 persen), dan Menteri BUMN Erick Thohir (8,2 persen).

Di urutan keempat, Menko Polhukam Mahfud MD (7,9 persen), kemudian Mendikbud Nadiem Makariem (5,3 persen), Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan (5,2 persen), dan Mendagri Tito Karnavian (5 persen).

Selanjutnya, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko (3,2 persen), Menteri KKP Edhy Prabowo (2,4 persen), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (2,2 persen).

Prabowo juga kembali berada di urutan teratas menteri yang dinilai publik mempunyai kinerja bagus, yakni 26,8 persen, disusul Sri Mulyani sebesar 13,9 persen, dan Erick Thohir (12,6 persen).

Di urutan keempat, Mahfud MD (7,3 persen), disusul Nadiem Makarim (5,2 persen), Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono (1,8 persen), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (1,4 persen), Tito Karnavian (1,4 persen), Menko PMK Muhadjir Effendy (0,9 persen), dan Luhut B. Panjaitan (0,9 persen).

Setidaknya ada lima alasan publik menilai kinerja menteri, yakni hasil kerjanya sudah terlihat (19,5 persen), orangnya tegas (18 persen), berpengalaman (16 persen), keahlian sesuai (8,7 persen), dan orangnya berani (8,6 persen).

Survei nasional itu dilaksanakan Indo Barometer 9-15 Januari 2020 menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan memiliki margin of error lebih kurang 2,83 persen.

Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dengan syarat responden WNI yang berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah. (net/lin)

LEAVE A REPLY