PT Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali menyelenggarakan BTN Tour de Borobudur XVIII 2018. Kali ini BTN mengajak generasi milenial untuk ikut meramaikan event olahraga bersepeda tersebut.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, lebih dari 2.000 peserta ikut memeriahkan ajang yang menempuh jarak lebih dari 200 km tersebut termasuk para generasi milenial. Pertumbuhan nasabah pun diharapkan dapat terdongkrak karena BTN mensyaratkan seluruh peserta yang ikut untuk membuka rekening tabungan BTN terlebih dahulu atau mempunyai produk-produk BTN.

Dengan demikian, selain mengajak para milenial hidup sehat dengan bersepeda, BTN pun berharap dapat mendongkrak pertumbuhan rekening sekaligus untuk menambah awareness generasi milenial terhadap produk-produk BTN.

“BTN mengajak milenial jadi peserta Tour de Borobudur. Generasi milenial yang kami ajak juga kami berikan kesempatan untuk mengabadikan tempat-tempat yang sangat indah sepanjang rute Tour de Borobudur kali ini dengan kameranya,” kata Maryono usai menyelesaikan etape ke dua BTN Tour de Borobudur 2018 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (4/11).

Dia menjelaskan, gelaran acara yang diselenggarakan ini merupakan yang ke-XVIII dan sudah menjadi agenda rutin tahunan yang diikuti oleh berbagai peserta baik dari dalam maupun luar negeri. BTN sendiri sebelumnya telah tiga kali menjadi seponsor utama acara tersebut.

Maryono mengungkapkan, ribuan peserta tersebut terdiri dari beberapa kategori. Di antaranya, kategori A untuk 200 KM, kategori B sepanjang 100 KM, dan kategori VVIP yang akan menempuh jarak antara 35 sampai dengan 40 KM.

Dalam event ini para pengayuh sepeda berkesempatan menjajal jalur tol baru sepanjang kurang lebih 75 KM yang menghubungkan Batang-Semarang, termasuk melalui Jembatan Kalikuto.

“Pada jalur tol sepanjang 75 Km yang menghubungkan Kabupaten Batang dengan Kabupaten Kendal itu dilakukan seremoni penanaman 10.000 pohon trembesi yang dilakukan oleh para peserta,” kata dia.

Dirut BTN Maryono (kedua dari kiri duduk) bersama panitia. foto: dok humas

Adapun rute BTN Tour de Borobudur 2018 yang dilalui yakni Kota Semarang, kemudian melewati Klenteng Sampokong, Goa Kreo, Plantera Kendal, Perkebunan Ngobo, Rawa Pening, dan Kawasan Kopeng. Rute jalan di lereng Gunung Merapi juga bakal dilalui di ajang BTN Tour de Borobudur XVIII tahun ini.

Sebelum finish di candi Borobudur para peserta gowes sempat melintasi Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dibangun BTN sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam pengembangan industri rakyat dibawah koordinasi Kementrian BUMN.

Balkondes tersebut merupakan pitstop terakhir untuk kemudian peserta gowes mengakhiri di halaman candi Borobudur sebagai puncak dari seluruh etape yang disiapkan dalam rangka BTN Tour de Borobudur 2018.

Maryono menambahkan, pada event kali ini perseroan mengajak para penggowes untuk memberikan bantuan tiap KM jarak yang ditempuh sebagai bagian para peserta BTN Tour de Borobudur XVIII berbagi dengan sesama.

Di akhir acara para pesepeda berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 229.370.500 sebagai sumbangan yang diserahkan untuk korban musibah gempa di Palu, Donggala, dan Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Para penggowes senang ikut BTN Tour de Borobudur karena punya berbagai keunikan. Di samping suguhan keindahan alam di sepanjang etape, para pengayuh sepeda pun terlibat dalam kegiatan sosial berbagi dengan sesama,” jelas dia.

Lebih lanjut Maryono mengatakan, partisipasi perseroan dalam ajang BTN Tour de Borobudur XVIII 2018 karena BTN sangat concern dengan pariwisata. Pasalnya, pariwisata sangat erat dengan perumahan, dimana perumahan itu sangat dekat dengan keluarga.

“Pariwisata tidak jauh dengan keluarga, apalagi saat ini dengan adanya rute tol itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan wilayah khususnya pemukiman,” ujar Maryono.

Dongkrak Wisata Jateng

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, event tahun ini telah membuat sektor pariwisata di wilayahnya terdongkrak dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Borobudur. Untuk itu, pihaknya akan terus menggelar kegiatan serupa yang bisa menarik banyak orang untuk datang ke Jateng.

“Kami memang targetnya tinggi untuk pariwisata. Penguatan dolar terhadap rupiah saat ini saya nilai justru merupakan kesempatan untuk jualan pariwisata dan jualan produk lokal,” kata Ganjar.

Selain itu, menurut dia, dengan banyaknya peserta BTN Tour de Borobudur kali ini juga berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah setempat khususnya Jateng dan Yogyakarta. “Akomodasi yang ada di Yogyakarta dan sekitar Magelang akan tumbuh, great event ini memang untuk mengundang pariwisata,” ujar Ganjar. (lin)

LEAVE A REPLY