Direktur Pengendalian Usaha PT RNI (Persero) Agung P. Murdanoto bersama Dir Mitra Kerinci Yosdian Adi (dua dari kiri) melakukan peresmian Liki Coffee & Tea House, di Solok Selatan, foto: dok humas RNI

Anak usaha PT Rajawali Nusantara indonesia (RNI), PT Mitra Kerinci melaksanakan acara tahunan bertajuk Wiwitan Petik Teh. Acara yang menjadi penada dimulainya petikan teh Mitra Kerinci di 2019 ini digelar, Minggu (6/1), di Afdeling B Kebun Teh Liki, Solok Selatan, yang merupakan salah satu kebun teh terbesar dunia dalam satu hamparan.

Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi menjelaskan, prosesi Wiwitan diawali dengan pemilihan tanaman teh terbaik untuk kemudian dipetik oleh pemuka masyarakat dan tokoh yang dituakan di lingkungan setempat.

“Prosesi pemilihan areal petikan ini mirip dengan budaya luhur Minang ketika akan memulai pembangunan sebuah Rumah Gadang. Dalam budaya minang, Ketua Adat akan memilih tonggak tuo atau kayu penyangga utama yang akan dijadikan sebagai tiang utama sebuah rumah minang. Prosesi pemilihan tonggak tuo sendiri juga dilakukan bergotong royong,” ujar Yosdian dalam rilis Humas RNI, Rabu (9/1).

Tradisi Wiwitan Petik, nilai Yosdian, sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah yang telah diterima sampai saat ini, serta berdoa agar produksi teh 2019 lebih baik lagi. Ia berharap, target produksi Mitra Kerinci tahun ini sebesar 18.000 ton pucuk teh dapat tercapai.

“Kami menargetkan produktivitas tahun 2019 meningkat dengan harga jual yang lebih baik. Semoga curah hujan dan cahaya matahari sepanjang tahun ini mencukupi, sebagai modal pertumbuhan tanaman,” ungkapnya.

Direktur Pengendalian Usaha RNI Agung P. Murdanoto menyampaikan, perkebunan Liki perlu terus berbenah untuk tetap menjadi yang terbaik. Berbagai prestasi sepanjang 2018 perlu terus diupayakan lebih baik lagi.

“Peningkatan penjualan ekspor 150%, di atas tahun lalu diikuti dengan keberhasilan menyediakan teh asli Solok Selatan ini di jaringan Hotel Indonesia dan Penerbangan Bisnis Garuda Indonesia merupakan langkah awal pijakan menuju perbaikan kinerja perseroan,” ujar Agung.

Ia juga menyampaikan tentang perlunya inovasi produksi dalam rangka kesiapan menghadapi perubahan iklim dan penyesuaian permintaan pasar yang berubah dengan cepat.

Menjadi Agenda Wisata Tahunan

Prosesi Wiwitan Petik telah menjelma menjadi tradisi setempat yang rutin dilaksanakan tiap awal tahun. Tradisi yang dilakukan dengan perpaduan budaya Minang, Jawa, dan Sunda tersebut dilakukan pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2012 dan terus berlanjut hingga saat ini.

Acara ini juga merupakan simbol tutup tahun 2018 sekaligus perayaan menyambut tahun baru 2019. Dengan tema “From Leaves With Loves for Life” atau dari daun teh terbaik yang diolah dengan sepenuh hati untuk kehidupan yang lebih baik, acara Wiwitan Petik digelar selama dua hari berturut-turut.

Rangkaian acara diawali tabligh akbar, 5 Januari 2019, yang dihadiri ratusan karyawan. Acara puncak digelar Minggu (6/1), diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan tarian Wiwitan Petik hasil karya karyawan PT Mitra Kerinci.

Prosesi inti dilanjutkan dengan pemetikan di areal kebun teh terbaik yang telah dipilih. Setelah memetik, acara dilanjutkan dengan menyeduh teh yang diracik langsung dilokasi untuk kemudian dinikmati oleh seluruh tamu undangan dan karyawan.

Turut dihidangkan produk makanan dan jajanan olahan yang menggunakan bahan baku teh dan kacang macadamia khas kebun Liki, mulai dari Macadamia Crispy, Pudding Chocolate Green Tea, Bolu Green Tea, Kue Lumpur Green Tea, Lapek Green Tea dan aneka jajanan dengan bahan green tea.

Acara juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan, Kapolres Solok Selatan, Komandan Distrik Militer Solok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Selatan tersebut ditutup dengan aksi sosial pemberian santunan anak yatim dan pemotongan tumpeng.

Direktur Pengendalian Usaha PT RNI (Persero) Agung P. Murdanoto melakukan prosesi pemetikan perdana teh dalam Wiwitan Petik Teh di Kebun Teh Liki Mitra Kerinci, Solok Selatan. foto: dok Humas RNI

Pada Wiwitan Petik 2019 ini juga dilakukan peresmian Liki Coffee & Tea House. Gerai cafe yang dibuka untuk umum ini dibuat untuk mengenalkan kepada masyarakat bagaiman rasa teh terbaik yang banyak belum diketahui orang.

Selain teh, disekitar perkebunan ini juga merupakan penghasil kopi Arabica. Menurut Yosdian, Cafe ini kedepan akan dijadikan etalase promosi produk asli Solok Selatan ujar Yosdian pada saat melakukan peresmian Liki Coffee & Tea House.

Yosdian menyampaikan, acara Wiwitan Petik saat ini menjadi salah satu acara budaya tahunan yang digelar bersamaan dengan acara peringatan ulang tahun Kabupaten Solok Selatan.

Dengan acara unik yang hanya dilaksanakan setahun sekali dan bertempat di Kabupaten yang sarat dengan lokasi wisata alam dan budaya ini, kegiatan ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Solok Selatan. (lin)

LEAVE A REPLY