para peserta gathering golf Askrindo Syariah. Foto: Humas Askrindo Syariah

PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah), anak usaha PT Askrindo menggelar Golf Gathering 2019 demi mendekatkan diri dengan para mitra bisnisnya, di Golf Club Bogor Raya, Sabtu (7/4).

Acara ini membuktikan olahraga golf selama ini menjadi jurus ampuh pengusaha dalam menjalin kedekatan dengan relasi bisnisnya.

Direktur Utama Askrindo Syariah Soegiharto menjelaskan, golf gathering ini bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan para direksi perbankan syariah yang selama ini menjadi mitra bisnis perusahaan pelat merah bidang syariah ini.

“Untuk Golf Gathering tahun ini kita mengundang para Direksi mitra perbankan syariah di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Ke depan kita mengadakan event lainnya yang akan diadakan untuk perbankan syariah serta mitra bisnis kita di wilayah lain,” ujar Soegiharto dalam rilis Humas Askrindo Syariah, Senin (8/4).

Soegiharto mengaku, melihat semangat para peserta golf yang sangat antusias dan mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari para mitra perbankan syariah yang ikut serta dalam Golf Gathering kali ini.

Di bagian lain, Soegiharto menyampaikan peningkatan target Ujroh serta laba perusahaan di 2019. Perusahaan menargetkan memperoleh Ujroh Rp 365 miliar serta laba bersih Rp 40 miliar di akhir 2019.

“Di akhir tahun 2018 kita memperoleh laba bersih Rp 14,2 miliar atau naik hampir sekitar 2,7 kali lipat dibandingkan laba tahun 2017 sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan Ujroh kita di tahun 2018 kita Rp 365 miliar meningkat 61,64 persen dibandingkan tahun 2017 yang senilai Rp 225 miliar,” ujarnya.

Askrindo Syariah memiliki keunggulan IT dengan E-Polis sehingga nasabah bisa dilayani dengan cepat. Selain itu, juga memiliki layanan seperti online system dan host to host untuk memberikan kenyamanan mitra bisnis.

Sampai saat ini, Askrindo Syariah telah memiliki 29 Kantor Cabang dan Pemasaran yang tersebar di 28 kota di seluruh Indonesia dengan didukung 29 kantor cabang dan pemasaran di 28 kota di Indonesia.

Sementara olahraga golf masih dianggap sebagian kalangan sebagai olahraga milik kalangan tertentu atau mereka yang berduit. Itu karena imej yang melekat bahwa golf memerlukan biaya mahal dan tempat yang cenderung eksklusif.

Padahal, olahraga itu kini telah menjadi milik semua kalangan dan usia. Golf saat ini tak hanya dimainkan orang berduit di kala senggang, tetapi juga mereka yang memilik ketertarikan terhadap olahraga. Golf bahkan telah diminati usia anak hingga remaja.

“Golf sekarang sudah menjadi olahraga milik semua kalangan. Semua segmen sudah masuk. Tidak hanya orang kaya, tetapi kelas menengah juga,” kata Pengelola Bandung Giri Gahana Golf & Resort Novi Kurnia Yahya di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Menurut dia, banyak kalangan menengah yang rutin menggeluti olahraga golf. Begitupun remaja dan anak yang juga ikut pembinaan golf untuk menjadi atlet olah raga ini. Bahkan beberapa dari mereka yang rutin berlatih di Bandung Giri Gahana (BGG) kini telah menjadi atlet nasional.

Walaupun begitu, tidak sedikit masyarakat yang menjadikan golf sebagai leisure dan ajang ketemu bisnis. Beberapa wisatawan asal negara tetangga misalnya, menyempatkan datang ke Bandung untuk bermain golf.

Mereka juga terkadang menginap untuk menikmati alam asri di Bandung. “Banyak juga pebisnis yang menyelesaikan urusannya di sini. Karena menang tempatnya enak, di tengah alam terbuka,” ujar dia.

BGG di bawah naungan PT Langen Kridha Pratyangga Tbk ini, tutur Novi, secara aktif menggelar berbagai turnamen reguler atau musim tertentu. Salah satunya turnamen yang digelar bertepatan dengan 33 Anniversary BBG akhir pekan ini. Sebanyak 151 peserta yang dari berbagai negara dan kota besar di Indonesia, ikut kompetisi ini.

Mereka adalah member, client, dan tamu dari Malaysia, Singapura, Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, dan lainnya. Selain untuk pembinaan, turnamen ini dalam rangka mempererat jalinan antara member BBG. Kompetisi memperebutkan hadiah mobil, sepeda motor, uang tunai ratusan juta, umrah, dan lainnya.

Direktur Utama PT Langen Kridha Pratyangga Tbk Tachril Sapi’ie, BBG dibangun 33 tahun lalu atau 1986, menggunakan dana patungan. Awalnya BBG memiliki 9 hole. Seiring berjalannya waktu, BBG memutuskan menjadi perusahaan Tbk, dengan menjual saham untuk pengembangan.

Kini, BBG tak hanya menjadi sarana olahraga terbesar di Bandung Raya, tetapi juga memiliki resort yang memadai. BBG berdiri di atas lahan sekitar 300 hektare dekat kawasan pendidikan Jatinangor. BBG diresmikan oleh Wakil Presiden RI Sudharmono. (lin)

LEAVE A REPLY