PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten (Bank BJB) melakukan kerja sama pembiayaan fasilitas kredit modal kerja BJB kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan anak usahanya.

Menyusul penandatanganan perjanjian kredit Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi dengan Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo, di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Bali, Jumat (9/8/2019).

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama sebelumnya yang telah disepakati kedua belah pihak di sektor funding dan lending jasa layanan perbankan.

Dengan kerja sama ini, kata Yuddy, RNI dan anak usaha akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses produk dan layanan jasa keuangan BJB untuk permodalan usahanya.

“RNI beserta anak usaha bisa mendapatkan fasilitas kredit dengan plafond maksimal Rp1 triliun lewat produk BJB Cash Collateral yang diberikan untuk tujuan produktif baik bagi badan usaha maupun usaha perorangan,” ujar Yuddy dalam rilis Humas Bank BJB, Sabtu (10/8/2019).

Kredit yang akan diterima RNI dan anak usahanya, kata Yuddy, bersifat revolving sesuai kebutuhan. “Kerja sama ini menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Yuddy sambil merinci.

Bagi BJB, kata dia, perseroan akan medapatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income). Sementara RNI akan mendapatakan fasilitas permodalan untuk mengembangkan usaha.

Beberapa anak usaha RNI yang bisa mengakses fasilitas BJB Cash Collateral ini, PT PG Rajawali I, PG Rajawali II, PG Candi Baru. Kemudian PT Mitra Organ, Laras Astra Kartika, Mitra Kerinci, Mitra Rajawali Banjaran, Rajawali Nusindo, Rajawali Citramas, GIEB Indonesia, dan Rajawali Tanjungsari Enjiniring.

RNI yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi, dan perdagangan, resmi berdiri pada 12 Oktober 1964 RNI sebelumnya merupakan nasionalisasi aset-aset grup konglomerat Oei Tiong Ham Concern (OTHC).

“RNI merupakan nasabah eksisting Bank BJB, dimana melalui anak perusahaanya, PT PG Rajawali II telah melakukan perjanjian kerja sama dalam hal penempatan dana dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terkait pemberian kredit budi daya tebu,” tutupnya. (net/lin)

 

sumber: indopos.co.id

LEAVE A REPLY