(ki-ka) Dr. Mohammad Mustofa Sarinanto, Kepala B2TKE dan Bachder Djohan Buddin, Direktur Utama Sucofindo saling tukar cinderamata usai . Foto: dok humas penandatanganan perjanjian kerja sama Sucofindo dan B2TKE. foto: dok humas

PT Sucofindo dan Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggalang kerja sama kemitraan dalam pengujian produk, khususnya produk hemat energi. Perjanjian ditandatangani Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin dan Kepala B2TKE Mohammad Mustofa Sarinanto, di Kawasan Puspitek Serpong, Banten, Rabu (05/12).

Kerjasama yang dijalin tersebut adalah untuk membangun hubungan yang berorientasi kepada pengembangan bisnis kedua belah pihak, terutama dalam bidang pengujian produk dengan metode validasi analisis bersama.

Dirut Sucofindo Bachder mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya untuk membangun kemitraan yang berorientasi kepada pengembangan bisnis kegiatan B2TKE dan Sucofindo sehingga memberikan berbagai manfaat bagi kedua belah pihak dan bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Sebagai tahap awal adalah kerja sama pengujian produk untuk mendukung program pemerintah terkait konservasi energy pada peralatan elektronika hemat energi. Sucofindo memiliki laboratorium yang melayani berbagai pengujian mulai dari Laboratorium Kalibrasi serta Teknik dan Mekanik, Laboratorium Minyak, Gas dan Petrokimia, Laboratorium Kimia Lingkungan dan Kimia Umum,” ungkap Bachder dalam rilis Humas Sucofindo.

Dengan berbagai jasa yang ditawarkan diantaranya pengujian untuk kalibrasi, pengujian & sertifikasi produk Standar Nasional Indonesia (SNI), pengujian halal, pengujian produk migas, pengujian alat kesehatan, pengujian perangkat telekomunikasi serta pengujian lainya.

Kepala Layanan Jasa & Teknologi B2TKE Arie Rahmadi menyampaikan, Sucofindo dan B2TKE telah bekerjasama dalam berbagai penelitian.  Karena itu kita akan terus berkerjasama untuk mengembangkan riset-riset dan pengembangan beberapa standar mutu yang ada.

B2TKE, kata dia, saat ini telah memiliki laboratorium pengujian berkaitan dengan aspek kelistrikan seperti tes sel Surya, inverter dan sistem pada pembangkit listrik tenaga surya, modul fotovoltaik, battery Charger regulator (BCR) dan sistem lampu TL DC.

“Salah satu peran B2TKE untuk melindungi produk Indonesia, sehingga industri dalam negri bersaing dan berkembang dan melindungi konsumen,” papar Arie, pada acara Energy Partners Day 2018.

Kasubdit Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen Kemenperin, Agus Kurniawan memaparkan untuk mengembangkan industri elektronika, telah disusun beberapa insentif untuk industri elektronika.

Di antaranya untuk Implementasi Tingkat Komponen Dalam Negri (TKDN) dan penguatan struktur industri dengan mendorong pembangunan industri komponen, pemberian Tax Holiday atau Tax Allowance untuk beberapa komponen elektronika.

Selain itu Kemenperin memberlakukan Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDP) untuk industri elektronika diantaranya pada sektor elektronika, peralatan telekomunkasi, kabel serat optik dan penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Kepala SBU Laboratorium Sucofindo Anwar Tahir mengatakan, Laboratorium Sucofindo didukung oleh personil dan tenaga ahli dengan lisensi sertifikat yang diakui secara nasional dan internasional. Selain itu Laboratorium Sucofindo telah mendapatkan akreditasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan memiliki jaringan laboratorium di 46 titik di seluruh Indonesia. (lin)

LEAVE A REPLY