KH.Maruf Amin dan Sekjen Akurindo (kanan-batik merah). foto: dokpri

Penggagas Arus Ekonomi Baru Indonesia KH. Ma’ruf Amin mengajak para pengusaha besar nasional (konglomerasi) untuk bermitra dengan para pelaku UMKM serta pelaku usaha pemula di Indonesia.

Kemitraan ini perlu terus dilakukan guna memperpendek jarak kesenjangan (distorsi) ekonomi antara pelaku usaha yang kuat dan pelaku usaha yang lemah seperti UMKM dan pengusaha pemula (starup).

“Arus Ekonomi Baru yang kami gagas ini untuk menggantikan arus ekonomi lama yang hanya menciptakan konglomerasi. Ini bukan bertujuan melemahkan konglomerat, tapi mendorong para konglomerasi ini untuk bermitra dengan para UMKM yang masih lemah ini supaya mereka menjadi kuat,” kata Ma’ruf Amin dalam acara Gala Dinner yang diadakan Simac dan Akurido di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/20018) malam seperti dirilis Jumat (12/10).

Kemitraan yang sedang dibangun, lanjut Ma’ruf, yakni kemitraan antara para pengusaha besar dengan para usahawan muda di pesantren-pesantren di seluruh Indonesia atau Santri Milenial Center (Simac).

“Kehadiran Simac diharapkan mampu menciptakan keseimbangan ekonomi dan bisa mengurangi kesenjangan antara pusat dan daerah, antara pengusaha yang kuat dan yang lemah bahkan antara penduduk nasional dan penduduk global. Para pelaku ekonomi umat ini harus dimitrakan supaya menjadi kuat semuanya,”ujar Ma’ruf Amin yang juga menjadi Calon Wakil Presiden (cawapres).

Amin memilih pesantren sebagai pusat penggerak Arus Ekonomi Baru Indonesia karena potensi kalangan santri terutama para santri milenial ini sangat besar untuk menjadi usahawan baru yang moderen.

“Mereka selama ini belum tersentuh untuk menjadi wirausaha baik dibidang keuangan, budidaya pertanian dan perkebunan, budidaya kelautan, sektor rill dan sektor jasa. Apabila upaya kemitraan ini  bisa kita wujudkan maka kita akan mencapai perubahan besar di sektor ekonomi,” ujar Ma’ruf Amin.

Selain mendorong kemitraan, lanjut Amin pihaknya mendukung upaya redistribusi aset nasional terutala tanah. Saat ini  jumlah aset nenara atau tanah yang belum dibagikan oleh pemerintah mencapai 12,7 juta hektar.

Aset ini akan dibagikan kepada koperasi-koperasi dan pesantren-pesantren dimana santri milenial juga akan memperoleh kesempatan mengembangkan aset ini seperti melakukan penanaman komoditi dan dibeli oleh konglomerat yang menjadi mitra untuk diproduksi dalam negeri menjadi produk bernilai jual tinggi.

“ Misalnya coklat di Sulawesi Selatan harganya Rp 1000. Diekspor ke Singapura, diolah dan dijual kembali dengan harga Rp 20 ribu. Kalau diolah dalam negeri, mestinya nilai tambah sebesar Rp 19 ribu. Itu bisa dinikmati oleh petani dan UMKM kita. Nah, yang seperti ini butuh kemitraan yang baik,” ungkap Amin.

Ketua Umum Simac Nur Rahman menambahkan, gerakan Arus Baru Ekonomi Indonesia dan keberadaan Simac akan menciptakan usahawan dengan skil tinggi di berbagai sektor ekonomi. “Santri ini menjadi satu potensi nasional sehinga perlu ditopang SDM-nya dan perlu ada pendidikan vokasi di pesantren. Mereka juga harus diberikan motivasi untuk mampu bersaing dengan global,” ujarnya.

Akurindo

Untuk itu, Simac dan Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) akan menjalin kemitraan dengan para pengusaha besar nasional serta instansi terkait lainnya  untuk  merealisasikan konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia ini.

Menurut Gus Rahman, gagasan Arus Baru Ekonomi Indonesia tidak hanya wacana tapi merupakan kerja nyata yang akan langsung bisa dirasakan manfaatnya bagi anak-anak bangsa. Gus Iwan adalah singkatan dari Santri Bagus, Rupawan, Seneng Ngaji dan Wirausahawan.

“Gus Iwan ini merupakan sosok pemuda zaman now, pemuda millenial yang punya jiwa patriotism dan kemandirian dalam usaha. Indonesia akan menuju era keemasan dan akan dimotori oleh anak-anak mudayang terpanggil jiwa raganya demi bangsa Indonesia,” ujar Nur Rahman.

Selain melakukan pendidikan dan latihan di dalam negeri, Simac juga akan mengirim para santri usahawan untuk belajar dan mengikuti pelatihan di Australia. “Kami berharap setelah mereka kembali, akan menjadi usahawan yang mendiri dan sukses sehingga bisa berkontribusi terhadap ekonomi bangsa,” kata Nur Rahman.

Langkah nyata implementasi Arus Baru Ekonomi bagi pelaku usaha rakyat, khususnya petani, nelayan dan UMKM dilakukan Parade Ekonomi Kerakyatan. Simac dan Akurindo akan menyelenggarakan parade ini di 10 titik kegiatan di seluruh Indonesia. Salah satunya Pameran Pelaku Ekonomi Kerakyatan MSP Expo Amazing Bali 2018, tanggal 10 – 14 Oktober 2018 di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon Denpasar, Bali.

Sekitar 300 lebih pelaku UMKM terbaik nasional terlibat pada pameran dengan tema “ Amazing Bali” ini. Mereka akan memamerkan aneka produk dengan potensi ekspor dari  Bali dan seluruh Indonesia, mulai dari kuliner, fashion serta kerajinan (craft).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Akurindo Febri Wibawa Parsa mengatakan pada acara parade ini selain diisi dengan kegiatan pameran juga  sosialisasi terkait konsep Arus baru Ekonomi dan keberadaan Gus Iwan. Nantinya, Gus Iwan akan mengeluarkan kertu dengan tiga manfaat atau fungsi yakni sebagai kartu anggota (member), sistem pembayaran elektronik (e-money) dan fungsi asuransi.

“ Kami akan memudahkan para pemegang kartu Gus Iwan untuk asses modal, pemasaran dan promosi digital serta perlindungan usaha. Jadi nanti para santri usawan ini tak perlu risau akan gagal usaha karena usaha mereka akan dilindungi asuransi dari kemungkinan gagal usaha dan gagal bayar,” ujar Febri.

Terkait perlindungan usaha ini Simac dan Akurindo akan bekerjasama dengan Asuransi Umum ASPAN. “Kita ingin agar gagasan Arus Baru Ekonomi Nasional yang digagas Pak Ma’ruf Amin ini menghasilkan para usahawan sejati dan kuat sehingga Indonesia menjadi lebih baik ke depannya,” tuntas Febri. (lin)

LEAVE A REPLY