Wartawan olahraga anggota Siwo PWI Pusat yang baru memiliki ketua baru. foto: dokpri Siwo

Ketua Pengurus Pusat Seksi Wartawan Olahraga Persatuwan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) AAGWA Ariwangsa mengimbau agar para wartawan olahraga cermat dalam menyikapi kasus dugaan korupsi yang kembali menggemparkan olahraga di Tanah Air.

“Namun sikap ini jangan sampai mengendorkan semangat wartawan olahraga dalam mengawal program peningkatan prestasi olahraga Indonesia setelah sukses luar biasa di Asian Games XVIII/2018 dan Asian Para Games III/2018,” ujar Ariwangsa dalam sambutannya pada acara Sport Journalist Camp 2018 di Curug Nangka, Bogor, kemarin.

Kita semua, kata Ariwangsa, tentu prihatin dengan kejadian tertangkapnya pejabat Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi berkaitan dengan dana bantuan prestasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Hal ini membuktikan olahraga masih rawan penyimpangan dana atau korupsi setelah kasus-kasus besar sebelumnya terungkap dan diproses hukum. Kita sebagai wartawan olahraga harus aktif menyuarakan penyimpangan yang ditemui di lapangan untuk mengikis korupsi dari olahraga,” katanya.

Namun dalam memberitakan kasus korupsi itu para wartawan olahraga anggota Siwo PWI harus tetap cermat sehingga tidak terjebak pada trial by press atau pengadilan oleh media. Pemberitaan harus tetap cek and ricek, berimbang dan sesuai dengan fakta. Jangan sampai tersangkut pencemaran nama baik.

“Para wartawan olahraga anggota Siwo PWI sebagai salah satu pilar pembina olahraga Indonesia perlu terus mengawal peningkatan prestasi olahraga Indonesia. Jangan sampai korupsi mengendorkan atau menghancurkan peningkatan prestasi yang kini tengah membara dengan sukses meraih posisi empat besar di Asian Games dan lima besar di Asian Para Games lalu. Kita tetap menjaga moto: Korupsi No, Prestasi Yes,” ujar Ariwangsa yang mendapat sambutan dari para wartawan olahraga peserta  Sport Journalist Camp.

Wakil Ketua PP Siwo PWI Firmansyah Gindo menegaskan, kasus dalam dana bantuan Kemenpora untuk KONI Pusat itu bisa dijadikan langkah untuk membenahi fungsi dan peran lembaga olahraga prestasi Indonesia. Fungsi KONI harus dikembalikan sebagai lembaga tertinggi pembinaan olahraga prestasi di Tanah Air. Bukan seperti saat ini hanya menjadi bagian dari lembaga lain.

Selain Ariwangsa dan Firmansyah Gindo, pengurus PP Siwo PWI yang hadir adalah Azhari Nasution, dan Bambang Prihandoko. Kemudian dari badan pelengkap Siwo, Gunawan Tarigan, Jefri Siswanto, Suharto Olii dan Tubagus Adi.

Dalam bagian lain, Ariwangsa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sport Journalist Camp 2018, yang digagas dari dan oleh wartawan olahraga di Tanah Air yang berlangsung di Curug Nangka, Bogor, 23-25 Desember.

“Ketika penggas acara ini menemui saya, saya bangga karena mereka menyatakan kegiatan berada dalam naungan PP Siwo PWI. Ini saya langsung sambut karena teman-teman menghargai Siwo. Para pengurus PP Siwo memang membutuhkan dukungan dari para anggota untuk membesarkan Siwo,” ucapnya.

Bahkan Gungde menjadikan kegiatan itu sebagai ajang pengenalan kepengurusan baru PP Siwo PWI periode 2018 – 2023 yang dilantik 31 Oktober lalu. Selain itu PP Siwo PWI juga memproklamirkan kegiatan iru sebagai langkah awal pelaksanaan program PP Siwo.

“Kami bangga dengan acara ini. Kegiatan selama tiga hari ini jadi awal untuk kegiatan lainnya yang akan diselenggarakan SIWO Pusat ke depannya,” kata Ariwangsa.

Menurut Ariwangsa, kegiaran ini bukan sekadar acara berkemah saja. Melainkan, jadi ajang silaturahmi antarwartawan olahraga. Apalagi, SIWO Pusat sedang mempersiapkan penghargaan untuk insan olahraga. Yaitu, Malam Anugerah Olahraga pada 2 Februari mendatang.

“Kami berharap, dari kegiatan ini membuat wartawan olahraga kian solid di lapangan. Apalagi, mengingat tahun ini, prestasi olahraga Indonesia sukses besar, dua di antaranya pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Kini, kita bersama-sama untuk mensukseskan berbagai event pada tahun depan. Utamanya, SEA Games 2019 di Filipina,” ucap Wakil Ketua SIWO Pusat Firmansyah “Yongki” Gindo, menambahkan.

Acara Sport Journalist Camp 2018 didukung, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (Inasgoc), Djarum Foundation, Aero , Pocari Sweat, dan Mayora. (trigan)

LEAVE A REPLY