Direktur POI Heru Bramoro

Guna mendorong lajunya pertumbuhan industri olahraga, Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendirikan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang akan melahirkan enterpreneur di bidang olahraga.

Direktur POI Heru Bramoro mengatakan, bersamaan dengan proses legalitas, sebanyak 89 mahasiswa telah memulai perkuliahan sejak November, tahun lalu di kampus yang terletak di komplek olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

“Program studinya dibagi dalam tiga jurusan, yakni program studi manajemen industri olahraga, prodi kepelatihan olahraga, prodi analis olahraga. Mereka masuk kategori strata D4 program vokasi. Kuliahnya di Jakabaring Sport Center, Palembang, Sumsel,” jelas Heru, di ruang kerjanya gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (9/7).

“Tahap pertama kami baru menampung mahasiswa sebanyak 89 orang dari Pemda Papua, Kalimantan, Jawa, Sulawesi,  NTB, Palembang. Ke depan mungkin bisa lebih. Karena ada juga wacana menambah jurusan seperti Sport Jurnalis. Sementara pembiayaan bersifat beasiswa. Selanjutnya akan mengikut aturan perguruan tinggi umumnya, ada beasiswa dan ada yg berbentuk dengan SPP dengan subsidi,” terang Heru.

Tujuan didirkannya POI, kata Heru, untuk menciptakan menciptakan tenaga profesional olahraga menuju industri olahraga. “Nantinya diharapkan mereka bisa menjadi profesional  sebagai tenaga pelatih, wasit atau juri.

“Bahkan, bukan tidak mungkin bisa menjadi promotor, konsultan olahraga dan event organizer atau mereka bisa juga sebagai tenaga hukum olahraga dan konsultasi anti doping,” kata Heru.

Menurut Heru, ke depan sudah seharusnya di kelola swasta dan fungsi pemerintahan hanya sebagai legalitas saja, agar peran pelaku industri olahraga lebih maksimal. “Artinya, sudah saatnya kita merubah pola pikir bahwa dana pemerintah hanya dana inisiasi sedangkan kepemilikan saham sudah seharusnya swasta,” ujarnya.

Heru menerangkan, sementara ini anggaran yang dialokasi dari Kemenpora untuk tahap pertama Rp 5 miliar. “Untuk tahap kedua, jumlahnya sama yakni Rp 5 miliar. Tapi belum cair. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan cair,” harap Heru.

Direktur POI dibentuk berapa tenaga profesional, seperti Yudhistira sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik, Rifki Mochtar (Bidang Kelembagaan), dan Bidang kemahasiswaan, Rizki Amor. (trigan)

LEAVE A REPLY