COO PT LIB Tigorshalom Boboy (kiri), CEO PT LIB Risha Adi Wijaya (tengah) saat memberikan keterangam di Kantor LIB, Jakarta Pusat, Jumat (4/1). Foto: gunawan tarigan

PT Liga Baru Indonesia (PT LIB) sebagai operator kompetisi sepak bola di Tanah Air memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola terkait tertangkapnya mafia bola, belum lama ini.

Chief Operation Officer (CEO) PT LIB Tigorshalom Boboy memberikan klarifikasi terhadap adanya tudingan terlibat kasus suap dan pengaturan skor (match fixing). Tigor menegaskan proses pemanggilan yang dilakukan Satgas (Satuan Tugas) antimafia bola kepada para petinggi PT LIB hanya proses penyelidikan untuk dimintai keterangan tambahan.

“Saya menambahkan dari sisi lainnya. Banyak berita jika PT LIB sudah masuk dalam penyelidikan. Kemarin itu kami dipanggil hanya dimintai keterangan untuk proses penyelidikan,” Boboy panggilan pendek Tigorshalom Boboy di Kantor LIB, Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

“Kami jelaskan tolong jangan ada berita LIB terlibat pengaturan skor. Ini masih proses penyelidikan. LIB sah-sah saja dipanggil jika masuk ke penyidikan. Pihak kepolsiian dalam hal ini spesifik kenapa ke tindak pidana korupsi. Itu hak murni kepolisian,” pinta Boboy.

Jika saat ini PT LIB mendapatkan panggilan dari satgas antimafia bola hanya sebatas proses penyelidikan. “Ada proses penyelidikan dan penyidikan. Penyelidikan hanya keterangan, dan saya tegaskan kemarin kita hanya dimintai keterangan,” tepisnya.

Baru kalau sudah bisa jadi penyidikan ada kemungkinan juga pihak yang terlibat bisa dipanggil lagi untuk diperiksa. “Bisa jadi saksi dan tersangka. Dan diperiksa kemarin tidak ada hubungannya dengan 4 tersangka penahanan,” katanya.

Sebagai warga negara yang baik harus patuh dan hadir dalam panggilan yang diberikan pihak kepolisian. “Kita sebagai warga negara kita penuhi untuk dimintai keterangan dan tidak dalam status apapun. Ini akan menjadi korelasi dalam penyampaian keterangan pihak-pihak yang sudah dipanggil,” tutupnya.

Kepala bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan, Satgas mafia dalam ini juga mendalami dugaan suap dalam kasus pengaturan skor.

“Bareskrim Direktorat Tipikor juga melakukan upaya-upaya penyelidikan, tapi masih taraf penyelidikan terkait dengan pertandingan PSS Sleman dengan Madura FC,” kata Syahar saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).

Dalam hal ini, Syahar menyatakan sekitar 12 orang sudah dimintai keterangan terkait kasus ini. Selain itu ia juga mengungkapkan pihaknya sudah melakukan gelar perkara.
“Kita sedang dalami sudah dimintai keterangan infomrasi sebanyak 12 orang ada beberapa juga yang tidak hadir, terkait dengan pengambilan infomasi dengan ini sudah kita lakukan gelar perkara juga insyallah kita sudah siap,” ungkapnya.

Minggu depan, lebih lanjut ia mengungkapkan pihak-pihaknya akan meningkat informasi tersebut ketahap penyidikan. Selain itu juga berharap, agar pihak yang dipanggil oleh Satgas untuk hadir dalam pemeriksaan.

“Penyidik siap minggu depan insyallah kita tingkatkan kepada penyidikan kepada masing-masing yang bersangkutan yang waktu diundang tidak hadir, semoga saat ditingkatkan menjadi penyidikan ada yang mengikuti prosedur hukum yang berlaku setelah penyidikan,” tuntasnya. (trigan/ipo/net)

LEAVE A REPLY