Dalam rangka membangun penguatan  gerakan lembaga keuangan mikro Muhammadiyah (LKMM), Induk Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM) akan menyelenggarakan Konsolidasi Nasional 2018 Lembaga Keuangan Mikro Muhammadiyah, tanggal 7 – 8 Mei 2018 di Bandar Lampung. Adapun temanya menuju terwujudnya sistem keuangan berkemajuan.

Ketua Induk BTM Achmad Suud mengatakan, konsolidasi nasional yang diselenggarakan BTM ini tidak lepas dari dicetuskannya pilar ketiga Muhammadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar Sulawesi Selatan, 2015. Dimana semua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memiliki kontribusi yang sama untuk terlibat dalam mengembangkan kewirausahaan tanpa kecuali BTM yang merupakan gerakan keuangan mikro  Muhammadiyah.

“Untuk itu, BTM yang berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan baik warga Muhammadiyah serta AUM berupaya keras untuk mengintegrasikan pilar ketiga Muhammadiyah tersebut,” ujar Suud dalam rilisnya, Kamis (11/4).

Dalam rangka mengintegrasikan hal tersebut, lanjut Suud, BTM perlu melakukan konsolidasi nasional  keuangan mikro  Muhammadiyah dari berbagai aspek, baik dengan para akademik  di perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM), antar majelis dan organisasi ortom. “Sehingga ke depan akan muncul konklusi dan persepsi yang sama dalam membangun lembaga keuangan mikro di Muhammadiyah,” tulisnya.

Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan menambahkan, konsolidasi nasional LKMM dirasakan sangat perlu. Hal ini untuk menjawab persoalan kesenjangan dan ketidakadilan yang terjadi di tanah air. Apalagi dalam tanwir Muhammadiyah di Ambon Maluku pada 24-26 Februari 2017 lalu mencetuskan resolusi Ambon tentang penguatan kedaulatan dan keadilan sosial yang berisi dengan  5 butir resolusi.

Salah satunya butir ketiga,  dimana keadilan sosial berarti pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang sempurna. Keadilan sosial berarti pemerataan kesejahteraan secara proposional bagi seluruh rakyat. “Siapapun dan dimanapun mereka berada tetap memberikan penghargaan kepada yang berprestasi, kesempatan yang terbuka bagi yang mau bekerja, pemihakan kepada yang lemah, dan perlindungan bagi yang tidak berdaya,” ujar Agus yang juga ketua panitia konsolidasi.

Keadilan sosial berarti keseimbangan, tidak adanya ketimpangan yang mengganga, dominasi oleh mereka yang digdaya. Dari rekomendasi tanwir itulah maka sangat penting bagi BTM untuk membumikannya dalam implemenptasi keuangan mikro di Muhammadiyah.

Dalam acara konsolidasi nasional nanti, Agus yang selama ini dikenal sebagai pemerhati ekonomi syariah, memaparkan, acara tersebut  akan membahas berbagai revitalisasi dan persepsi yang sama dalam membangun lembaga keuangan mikro Muhammadiyah, maka di acara tersebut panitia memberikan informasi selain akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Ketua Umum Majelis Ekonomi dan Kewirausahan PP Muhammadiyah.

Selain itu, akan dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, Ketua Dewan Komisioner OJK, Dirut LPDB – KUKM, Dirut Pusat Investasi Pemerintah, Dirut Bank Syariah Mandiri (BSM), Dirut Bank Muamalat, Dirut Jamkrindo Syariah dan Dirut PT LEU Retail Indonesia. Bahkan di penghujung acara konsolidasi tersebut ada Rapat Anggota Tahunan Induk KSPPS BTM dan diselingi dengan Orasi 4 Pilar Kebangsaan oleh  Ketua MPR, Zulkifli Hasan. “Kami ingin acara tersebut akan memberikan kekuatan dan arah masa depan baru bagi LKMM dan sekaligus keterlibatannya dalam mendorong pilar ketiga Muhammadiyah,” tutupnya.

LEAVE A REPLY