Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat selesai tampil menari bersama para dancer milenialdi ajang Bandung YES 2019. Foto: internet/tribunnews.com

Menjadi keynote speaker di ajang Bandung Young Entrepreneur Summit 2019 (Bandung YES), Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno sempat memberikan kejutan yang berbeda ketika hadir di atas panggung. Sandi, sapaan akrabnya, mengaku gembira dipercaya untuk berpartisipasi di ajang ini.

Kehadiran Sandi disambut begitu meriah oleh penonton yang memenuhi Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Taman Sari No 73, Minggu (10/3/2019). Awalnya acara Bandung YES 2019 ini menampilkan penampilan dancer oleh para milenial yang menggunakan topeng abu-abu, seragam serba putih, dan topi berwarna merah.

Di tengah penampilan muncul rombongan dancer terbaru yang satu di antaranya menggunakan kemeja putih dengan kaos berwarna biru muda. Satu di antara para dancer yang baru datang itu tampak kurang begitu lihai mengikuti irama musik, sambil memegang sebuah bola tampak menonjol karena gerakannya kurang serupa.

Begitu musik selesai dan seluruh dancer membuka topengnya, ternyata dancer tadi yang kurang serupa gerakannya dan mengenakan kemeja putih kaus biru muda itu adalah Sandi. Hal ini sontak mengundang teriakan dan tepuk tangan yang terdengar memenuhi isi ruangan, yang kemudian disambut dengan senyum ramah khas Sandi.

“Saya melihat antusiasme yang sangat tinggi dari ajang YES pertama dan optimis ajang YES di 5 kota berikutnya yang diadakan oleh KAHMIPreneur akan dipadati oleh entrepeneur yang haus akan sharing pengalaman ini,” ujar cawapres pasangan Prabowo Subianto.

Menurut Sandi suksesnya enterpreneur di Indonesia tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke arah yang lebih baik. Sandi mengatakan di ajang YES 2019, para enterpreneur dapat belajar untuk menjadi seorang entrepreneur sejati langsung dari pakarnya.

Misalnya saja kisah memulai usaha dari artis Ruben Onsu dimana menurut Ruben dalam membuka usaha tak perlu modal yang besar. Penuturan Ruben ini membuat para milenial yang hadir menjadi lebih bersemangat menjadi pencipta lapangan kerja di masa depan.

“Saya memulai modal dari Rp 7 juta dan akhirnya punya usaha Ayam Geprek Bensu sebanyak 110 outlet di seluruh Indonesia,” ujar Ruben.

Tujuannya membuka usaha, salah satunya ingin mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. “Saat ini saya punya 4.300 karyawan, bersyukur di negara ini bisa memperkerjakan banyak orang. Selain itu juga geprek bensu telah hadir di Hongkong dan akan buka di Taiwan dan Amsterdam,” ujar suami Sarwendah. (lin/tbc)

 

sumber: jabar.tribunnews.com

LEAVE A REPLY