Pasangan capres cawapres Prabowo Subianto Sandiaga Uno sebelum Debat Capres. foto: dok relawan FSU For PrabowoSandi

Calon presiden dan wakil presiden (capres cawapres ) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno melayat ke rumah duka Eka Tjipta Widjaja. Prabowo mengaku telah mengenal pendiri jaringan usaha Sinar Mas Group itu sejak lama.

“Saya kenal keluarga Pak Eka. Saya kenal Pak Eka juga dari dulu, udah lama. Waktu saya masih muda. Saya datang untuk bela sungkawa, untuk keluarga,” ujar Prabowo usai melayat di Rumah Duka Sentosa di Kompleks RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (27/1).

Telah mengenal pendiri Sinar Mas Group itu sejak lama, Ketum Partai Gerindra itu merasa wajib untuk melihat Eka untuk terakhir kalinya. “Karena saya juga kenal mereka, saya merasa wajib untuk datang bela sungkawa,” katanya.

Prabowo pun lantas berbicara soal sosok Eka Tjipta. Menurutnya, Eka Tjipta merupakan pengusaha yang sukses di Indonesia. “Ya saya kira kalau personal nggak usah saya ceritakan. Tapi beliau saya kira cukup sukses, cukup berhasil,” ujar Prabowo.

Seperti diketahui, pendiri PT Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja telah menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu malam (26/1/2019). Beberapa tokoh pun turut hadir untuk mengiringi kepergian beliau. Eka rencananya akan dimakamkan, 2 Februari 2019 di Karawang.

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno datang pukul16.30 WIB memakai baju koko berwarna putih dan langsung menuju tempat di mana Eka Cipta Widjaja disemayamkan. Sandi, sapaan akrabnya berharap, apa yang beliau bangun dapat dilanjutkan oleh generasi penerus Sinar Mas Group.

“Mudah -mudahan apa yang beliau rintis, SinarMasGroup bisa terus menjadi mitra pemerintah Indonesia untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya, karena kita butuh dunia usaha yang kuat,” jelas Sandi.

Sandi ini mengaku kehilangan atas kepergian orang terkaya ke-2 di Indonesia tersebut. Ia juga kagum akan keuletan Eka yang memulai bisnisnya yang kecil hingga menjadi perusahaan terbesar di Asia.

“Saya tentunya berduka cita dan berbelasungkawa atas kepergian pak Eka Tjipta Widjaja, beliau tentunya adalah salah satu pengusaha yang mulai dari (awal), betul-betul berjuang dari usaha kecil, sampai usahanya sekarang yang salah satu yang terbesar di Asia,” katanya.

Sandi menceritakan pengalaman bersama mendiang Eka Tjipta. Kala itu dirinya diangkat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Eka Tjipta kepada Sandiaga berpesan soal kiat membangun usaha atau bisnis, yakni menjalin hubungan atau relasi dengan siapapun dengan baik.  Cara itu diyakini membuat bisnis semakin maju.

Petuah itu selalu diingat Sandiaga dalam menjalankan bisnisnya. “Ya saya sempat waktu saya baru diangkat ketua umum HIPMI, saya berkunjung ke beliau sekitar 12 atau 13 tahun lalu, dan beliau sampaikan bahwa berbisnis itu selain daripada kita membuka peluang usaha tapi adalah pertemanan, jejaring, networking,” ujar Sandi

Dan Eka Tjipta, lanjut Sandi, membangun jejaring bukan hanya di Indonesia, tapi di China, di Hong Kong, dan kita lihat bagaimana sekarang ekspansi bisnis Sinar Mas adalah tentunya kepemimpinan Eka Tjipta. “Sekarang sudah dikerjakan oleh generasi kedua dan Sinar Mas terus bertumbuh,” imbuhnya.

Pesan itu diharapkan Sandi bisa juga memotivasi pebisnis yang baru memulai usahanya. Jika diterapkan dengan baik, Sandiaga yakin dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi.

“Mungkin ini motivasi bagi pengusaha-pengusaja pemula UMKM untuk bisa bekerja keras membangun jejaring networking, karena itulah kunci kesuksesan dari usaha. Saya yakin motivasi itu kita eksekusi di seharian kita akan datangkan banyak pertumbuhan di ekonomi,” pungkasnya. (net/dtc/okc/lin)

LEAVE A REPLY