Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah (tengah) dan Sekum PWI Jaya Kesit Bayu Handoyo (kanan) saat memimpin raker. foto: istimewa

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari berharap PWI DKI Jakarta (PWI Jaya) lebih meningkatkan sistem pendidikan dan pelatihan wartawan, di antaranya dapat melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Hal tersebut Atal saat membuka Rapat Kerja (Raker) PWI DKI Jakarta, di hotel Graha Dinar, Cisarua, Bogor, Jumat sore-Sabtu (12-13/7/2019). Atal juga berpesan agar program kerja yang diputuskan dalam Raker tidak melenceng dari Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga i(PRT).

Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini, sambung dia, sudah dilakukan media- media lain yang secara rutin menugaskan wartawan meliput berbagai bidang. Karenanya Atal berharap tugas PWI menjadikan wartawan yang kompeten dan semakin profesional.

“Selamat melaksanakan Raker semoga berhasil menyusun program yang unggul sehingga PWI DKI Jakarta lebih maju dan berkembang. Tugas PWI menjadikan wartawan yang kompeten dan semakin profesional,” ujar Atal dalam sambutan.

Sebelumnya, Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengungkapkan, Raker baru saat ini dapat dilaksanakan. “Komisi-komisi sudah menyelesaikan tugas, namun karena waktu dan keterbatasan raker baru bisa dilaksanakan sekarang,”  ujarnya.

Masing-masing komisi, harap Sayid, dapat menghasilkan out put yang luar biasa untuk kemajuan PWI sebagai barometer organisasi kewartawanan. “Salah satu program yang perlu menjadi prioritas adalah pembentukan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) sebagai motor pendidikan wartawan sehingga berkembang dan semakin profesional,” ujarnya.

Ketua Panitia Raker Naek Pangaribuan dalam laporannya menjelaskan tema dari Raker PWI Jaya adalah “Mengembalikan PWI Jaya sebagai Barometer Organisasi Kewartawanan Nasional”.

“Diharapkan kegiatan ini dapat memacu kinerja organisasi, menyamakan persepsi, membuat program kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” paparnya.

Sayid mengapresiasi seluruh panitia penyelenggara raker. “Terima kasih saya ucapkan kepada para pihak sponsor antara lain, Graha Dinar, GT radial, mjl Sudut pandang, FWP, SC dan OC panitia Rapat Kerja PWI Jaya, Dewan Penasihat,” imbuhnya.

Dewan Kehormatan dan para pengurus seksi, lanjut Sayid, Tim SKPI dan SJI PWI Jaya serta IKWI DKI Jakarta, serta semua pihak yang mendukung suksesnya acara ini,” ungkap Sayid Iskandarsyah usai Rapat kerja.

Berbekal hasil keputusan raker tersebut, Sayid meminta ijin dan doa agar ia dan pengurus PWI Jaya perido 2019-2024 dapat menjalankan amanat ini. Semoga apa yang kita harapkan dan cita-citakan dapat terwujud demi kejayaan PWI Jaya. Salam takzim dari saya.

Terimakasih Sponsor

“Alhamdulillah karena rapat kerja dapat terlaksana dan menghasilkan keputusan keputusan progam panduan kerja untuk kepengurusan lima tahun ke depan. Terima kasih saya ucapkan kepada para pihak sponsor, Graha Dinar, GT radial, Majalah Sudut Pandang, FWP, SC dan OC panitia raker, Dewan Penasihat, Dewan Kehormatan dan para pengurus seksi, Tim SKPI dan SJI PWI Jaya serta IKWI DKI Jakarta, serta semua pihak yg mendukung suksesnya acara ini.

Sementara itu sesi rapat komisi terdiri dari Komisi A Bidang Organisasi, Komisi B Program Kerja, dan Komisi C Keuangan.mAdapun tugas masing-masing komisi sesuai arahan yang pernah disampaikan Sayid Iskandarsyah sebagai berikut:

Komisi A bidang Organisasi bertugas menetapkan target pengembangan anggota PWI Jaya mengembangkan organisasi dengan mengaktifkan PWI koordinatoriat di tiap wilayah administrasi DKI Jakarta.

Berupaya menambah jumlah anggota PWI DKI dengan cara penerimaan calon anggota bekerja sama dengan bidang pendidikan melalui orientasi penerbangan calon anggota; meningkatkan kualitas dan profesional wartawan DKI bekerja sama dengan bidang organisasi melakukan UKW dan pelatihan pelatihan dan lain-lain;

Komisi B Program kerja bertugas menyusun program kerja PWI Jaya untuk lima tahun ke depan yakni bekerja sama dgn stakeholder dan mitra PWI dlm mengimplementasikan hasil raker dan lain-lain.

Komisi C keuangan atau aset organisasi PWI Jaya, menginventaris asset asset organisasi, memetakan potensi pendapatan organisasi, seperti: iuran anggota, kegiatan organisasi seperti. Seminar, literasi media, mendirikan koperasi, kerja sama antar lembaga dan potensi yang menghasilkan keuangan organisasi dan lain-lain.

Usai Rapat Komisi dilanjutkan sesi materi Surat Keterangan Pendampingan Ijasah (SKPI) yang dibawakan Kamsul Hasan dari PWI Pusat sebagai pembekalan untuk tim menyusun modul atau silabus dari SKPI yang akan diterapkan dalam waktu dekat dengan Universitas Bakrie.

SKPI sendiri adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi perguruan tinggi, berisi pencapaian akademi serta capaian pembelajaran dan kualifikasi mahasiswa atau mahasiswi ketika menjalani perkuliahan.

Dalam kaitannya dengan PWI, penerapan SKPI dikhususkan kepada mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi atau Jurnalistik. Landasan hukum SKPI adalah Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Pendidikan Tinggi.

Agenda raker berikutnya adalah Deklarasi Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jaya. Dan keesokan harinya usai senam pagi bersama, digelar rapat pleno dan Tupoksi Dewan Kehormatan Pengurus (DKP) PWI DKI Jakarta. (lin)

LEAVE A REPLY