Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus susanto (ketiga dari kanan) saat mendampingi Presiden Jokowi pada peletakan batu pertama alias groundbreaking Rusunami Loftviles di Ciputat Tangsel.

Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan berupa pembiayaan perumahan bagi peserta aktif telah diluncurkan di penghujung bulan Maret 2017 yang lalu. Fasilitas pembiayaan perumahan ini menjadi salah satu manfaat tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja, peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan juga mendukung program satu juta rumah dari pemerintah.

Setelah sebelumnya para pekerja di PT Sri Rejeki Isman Tekstil (Sritek) mendapat angin segar akan hadirnya komplek pemukiman vertikal khusus untuk 10 ribu pekerja PT Sritek, BPJS Ketenagakerjaan kini menyediakan juga hunian terjangkau berbentuk vertikal untuk masyarakat pekerja di kawasan Loftvilles City Serpong. Pembiayaan pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) ini sepenuhnya dibiayai oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Presiden RI, Joko Widodo, pada acara groundbreaking Rusunami di kawasan Loftvilles City Serpong, Kamis (27/4), di Tangerang Selatan, menyambut baik program MLT dari BPJS Ketenagakerjaan ini. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga hadir dalam peresmian pabrik PT Sritek pada 21 April yang lalu di Surakarta, dimana dalam kesempatan tersebut BPJS Ketenagakerjaan juga akan mengembangkan hunian bagi pekerja Sritek

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, yang juga hadir pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa salah satu cara meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia adalah melalui program jaminan sosial dan program rumah susun murah yang terjangkau, mengutip salah satu program NAWACITA yang digaungkan Pemerintah.

“Ke depannya, kami akan perluas area-area ketersediaan rumah layak dan terjangkau ini di seluruh wilayah Indonesia. Setiap pekerja yang memenuhi ketentuan bisa langsung mendapatkan bantuan perumahan dari kami dengan bunga yang sangat ringan. Peserta cukup menyediakan maksimal 5% dari harga total,” tambah Agus.

Agus juga menyebutkan sumber dana pembiayaan perumahan untuk pekerja berasal dari dana Jaminan Hari Tua (JHT), yang dialokasikan sebesar Rp5 Triliun. “Agar program pembiayaan perumahan ini dapat berjalan lancar, kami mengimbau masyarakat agar mendaftarkan diri dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, dan juga tidak terburu-buru dalam mencairkan dana JHT jika sudah berhenti bekerja. Semakin besar dana JHT yang terkumpul, maka akan semakin besar pula alokasi dana pembiayaan perumahan bagi pekerja,” tambahnya.

Pembiayaan proyek pembangunan hunian terjangkau di Loftvilles City Serpong ini bekerjasama dengan Bank BTN sebagai bank mitra penyalur pembiayaan. Untuk pekerja yang ingin memiliki rumah dengan memanfaatkan fasilitas MLT dari BPJS Ketenagakerjaan ini, cukup dengan mendatangi Bank BTN dan mengajukan aplikasi kredit dengan melampirkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Jika dinyatakan lolos verifikasi kredit dari bank penyalur kredit dan verifikasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, maka pekerja dapat langsung menikmati MLT ini.

“Pastikan kepesertaan aktif anda sudah mencapai minimal 1 tahun, dan rumah yang akan dibeli merupakan rumah pertama peserta, maka MLT akan langsung diberikan kepada pekerja tersebut. Sangat mudah dan ringkas. Semoga dengan MLT ini pekerja dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” pungkasnya. (lin)

LEAVE A REPLY