(ki-ka) , Dirut Bank BNI (Achmad Baiquni), Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirjen Pajak Robert Pakpahan, dan Dirut Bank BTN (Maryono). Tidak tampak ada Dirut Bank BRI (Suprajarto) dan Dirut Bank Mandiri (Kartika Wirjoatmodjo). Foto: dok humas Bank BNI

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggandeng PT Bank Negara Indonesia (BNI) untuk memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dalam kerangka Business Development Services. Hingga saat ini, BNI dan Ditjen Pajak Kemenkeu telah menggelarnya di 3 kota berlainan, yaitu Jembrana – Bali, Wonogiri – Jawa Tengah, dan Bekasi – Jawa Barat.

Ketiga pelatihan tersebut mengundang ketertarikan sekitar 450 pengusaha UMKM yang selama ini menjadi anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang dikelola BNI. Setiap event pelatihan selalu menghadirkan 150 pengusaha UMKM per kotanya. Tema pelatihan adalah Berbisnis Out of The Box di Era Global.

Kerja sama pelatihan tersebut kemudian ditegaskan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pembinaan UMKM melalui program Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang ditandatangani Bank anggota Himbara, BTN, BRI, BTN, dan Mandiri di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta Rabu (31/10/2018), seperti dirilis Humas BNI.

PKS dilakukan direktur utama masing-masing bank, seperti BTN oleh Maryono, BNI (Achmad Baiquni), BRI (Suprajarto), dan Bank Mandiri oleh Kartika Wirjoatmodjo. Sementara dari Ditjen Pajak diwakili Dirjen Pajak Robert Pakpahan. Hadir menyaksikan kesepakatan tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, BNI telah mengembangkan RKB sebanyak 45 unit di seluruh Indonesia. Dengan adanya pelatihan yang diberikan oleh instruktur Ditjen Pajak, para pengusaha UMKM di RKB BNI akan memperoleh tambahan pengetahuan dalam mengembangkan bisnisnya secara lebih tertib administrasi.

“Selama ini, kami memberikan pelatihan e-commerce kepada pengusaha UMKM di RKB BNI agar dapat menembus pasar lebih luas secara online. Dengan adanya pelatihan tentang pengelolaan keuangan dari Ditjen Pajak, maka para pelaku UMKM ini menjadi semakin kaya pengetahuan dalam memantapkan bisnis mereka ke depan,” ujar Kiryanto. (lin)

LEAVE A REPLY