Produksi NEO Theatre Indonesia pada Festival Teater Wahyu Sihombing, di gedung teater luwes IKJ, akhir pekan kemarin

Dinas Pariwisata dan Budaya Provinai DKI Jakarta, melalui Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan Festival Teater Jakarta (FTJ) 2018, di Taman Ismail Marzuki, Senin (19/11). Dengan mengusung tema Generasi Z atau Gen Z.

Generasi ini menjelaskan kondisi hidup masyarakat yang terpaut dengan pertumbuhan dan perkembangan teknologi digital. Sementara even tersebut, merupakan agenda rutin pihak DKJ, pasa tahun ini terhitung memasuki usia 46 tahun.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno, mengatakan even ini berlangsung 10 hari mulai acara pembukaan sampai dengan acara penutupan 29 November 2018. Selama 10 hari tersebut banyak pertunjukan. Seperti pertunjukan 15 grup finalis teater yang dipilih dari 5 wilayah DKI Jakarta.

“Menampilkan pertunjukan masing-masing grup teater tersebut dimulai 20 November 2018 sampai dengan 27 November,” ujar Irawan Karseno, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/11).

Ketua Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno usai menghadiri konfrensi pers Festival Teater Jakarta (FTJ) 2018, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. foto: istimewa

Sebanyak 15 grup teater yang merupakan perwakilan dari lima wilayah ibu kota terbagi masing-masing tiga grup ini terdiri dari Teater Tema Gunadarma, Lab Aktor Jakarta, Teater Matahari Hujan, Teater Jannien, Sindikat Aktor Jakarta, Teater Marooned, Actor Society.

Berikutnya Teater Lebah, Teater Putra, Teater Karakter, Teater Semut Unsada, Sanggar Teater Jerit, Pandu Teater, Teater Nusantara, Sanggar Teater Biru, dan Teater Hijrah. Semua teater ini, grup-grup pemenang di ajang yang sama FTJ, di tingkat kota madya.

Adapun tujuan even ini untuk meregenerasi teater di Jakarta. Tujuan lainnya ingin mendistribusikan pengetahuan estetika kepada publik. “Terciptalah suatu publik, yang memiliki kepedulian dan minat terhadap dunia teater,” harap Karseno menutup. (lin)

LEAVE A REPLY